Hampir Setahun Sawah Warga Kecamatan Kerkap Kekeringan

0
230
Akibat sawah kekeringan, warga beralih menanam jagung

Sabtu, 23 Februari 2019
Pewarta : Admin

BENGKULU UTARA – Sudah  berjalan hampir setahun, atau tepatnya selama 9 bulan bendungan jaringan irigasi di Kecamatan Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara, tidak berfungsi lantaran jebol atau ambrol. Kondisi ini mengakibatkan sawah warga satu kecamatan, seluas 240 hektar yang selama ini tergantung dari pasokan air irigasi tersebut mengalami kekeringan.

Guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terpaksa warga mengalihkan fungsi lahan sawahnya menjadi kebun ubi kayu atau singkong dan jagung. Komoditas ini menurut warga hasilnya sangat jauh lebih rendah dibandingkan dengan hasil padi sawah.

Diungkapkan warga setempat, Rosniawati, usulan melalui pemerintah desa dan keluhan demi keluhan terus diungkapkan oleh warga petani, namun hingga saat ini belum ada wujud upaya perbaikan jaringan irigasi yang rusak parah tersebut.

“Kalau kita sudah panen jagung, kita mesti beli beras lagi. Dan hasilnya juga tidak sebanyak saat panen padi, kalau panen padi bisa kami konsumsi. Hasil penjualannya bisa kami belikan kebutuhan lain, kalau jagung kan tidak,” ungkap Roniawati, dirilis kilasbengkulu.com.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lainnya, Santo. Dia sangat berharap agar pemerintah daerah baik pemkab maupun pemprov dapat memperhatikan kondisi yang dialami oleh warga selama 9 bulan ini, dengan segera memperbaiki bendungan jaringan irigasi tersebut.

“Jika irigasi tidak berfungsi seperti sekarang ini, aktifitas petani menjadi lumpuh. Tentunya berakibat pula kepada ekonomi warga desa. Karena disini mayoritas warganya berprofesi sebagai petani padi,” kata Santo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here