Bupati BU Dengan Tegas Minta PLN ULP Arga Makmur Serius Tangani Listrik Sering Padam

0
31

KONTRAS Bengkulu Utara – Terkait keluhan masyarakat karena seringnya listrik padam, Bupati Bengkulu Utara Ir. H. Mian dengan tegas meminta jajaran PLN ULP Arga Makmur untuk segera menyelesaikan apa yang menjadi kendala dilapangan agar masyarakat tidak merasa dirugikan.

Mian didampingi Asisten I, II dan III saat berkoordinasi dengan pihak PLN ULP Arga Makmur menegaskan agar permasahan jaringan listrik ditangani dengan serius dan jangan hanya dengan cengar cengir saja. Koordinasikan dengan Pemkab Bengkulu Utara, supaya dibantu memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Dikatakan Mian, masalah listrik ini sudah menjadi akut. Berapa kali ganti Kepala ULP permasalahannya tetap sama, akar permasalahannya kita sudah tau yaitu maintenance.
Kata Mian permasalahan maintenance ini terkesan bekerja menunggu menumpuk dulu, seyogyanya kalau ada gangguan langsung diperbaiki sehingga tidak terjadi fatal yang berbulan-bulan mati lampu.

“Sebenarnya akar permasalahannya di maintenance. Kalau ada gangguan jaringan yang disebabkan oleh pohon dan lainnya jangan dibiarkan menunggu hingga numpuk, baru diperbaiki sehingga tidak terjadi fatal,” ujar Mian.

Ditegaskan Mian, semestinya pihak PLN itu tanggap atas permasalahan yang ada. Apalagi, itu menyangkut jaringan listrik. Pihak PLN juga tidak etislah, menyalahkan masyarakat yang menjadi kambing hitam atas gangguan jaringan tersebut. Terlebih lagi, menyalahkan masyarakat yang mempersulit PLN dalam melakukan perawatan jaringan. Dijelaskan Mian, masyarakat itu tentunya jika diberikan sosialisasi dengan baik, pasti akan mengerti dan tidak akan mempersulit.

“Jelas saja masyarakat marah, dan terkesan mempersulit PLN dalam membersihkan jaringan. Wong PLN nya, tanpa koordinasi dan sosialisasi akan melakukan pembersihan. Nggak mungkinlah, datang ujuk-ujuk bawa singso, mau melakukan pemotongan tanpa memberi tahu sebelumnya, wajar saja kalau marah. Semestinya, kalau diberikan sosialisasi dan melibatkan masyarakat untuk bekerja, tentunya nggak akan ada miss komunikasi antara PLN dan masyarakat,” jelasnya.

Mian pun mengharapkan pihak PLN, dalam membersihkan jaringan listrik melibatkan masyarakat. Mengingat, ini menyangkut dengan harta milik masyarakat, yakni tanam tumbuh yang berada di titik-titik jalur jaringan PLN yang dilewati. Menurut Mian, tentunya pihak PLN memiliki dana untuk ganti rugi tanam tumbuh masyarakat, itu mestinya direalisasikan. Atau, minimal ada biaya yang dikeluarkan untuk pembersihan jaringan. Tentunya, kalau itu melibatkan masyarakat, pastinya akan lebih baik.

“Dana ganti rugi kan ada, mbok yang realisasikan lah. Atau minimal, dalam melibatkan masyarakat membersihkan jaringan, ia diberikan upah. Tidak mungkinlah, mempekerjakan orang hanya dibayar dengan air liur saja,” sindirnya.

Ia pun menghimbau, agar pihak PLN ULP Arga Makmur memperbaiki komunikasinya, karena ia menilai pihak PLN kurang komunikasi. Pasalnya, dalam beberapa tahun ini, pihak PLN tidak pernah berkoordinasi dengan Pemkab Bengkulu Utara, sehingga pihaknya menganggap pihak PLN tidak memiliki masalah.

“Permasalahan tanam tumbuh atas jaringan listrik, menurut saya pihak PLN kurang komunikasi. Karena, saya perhatikan dalam beberapa tahun ini tidak ada laporan. Sementara kalau perusahaan lain, kerap berkoordinasi. Sejatinya, kalau ada masalah dikoordinasikan ke pemda, agar dapat dibantu. Ini dua tiga tahun tidak ada koordinasi, jadi kita menganggap tidak ada masalah dengan PLN,” jelasnya.

Kedepan, pihaknya meminta agar PLN dalam seminggu ini memberikan laporan, seperti apa permasalahannya. Hal ini dikatakannya, lantaran tidak mungkin harus mengumpulkan seluruh kades dan camat, hanya untuk menyelesaikan permasalahan ini. Ini diingatkannya, jangan lagi ada istilah ketika ada gangguan jaringan, masyarakat yang menjadi kambing hitam dikatakan sebagai penghambat.

“Seharusnya dibuat Peta, kalau ini memang permasalahannya, saya minta dalam minggu ini dibuatkan laporannya. Kita tidak mungkin mengumpulkan kades atau camat. Ini menurut saya, segera dilaksanakan jangan sampai nanti posisinya ada yang mati lampu, justru masyarakat yang menjadi kambing hitam menjadi penghambat. Padahal kenyataannya, akibat tidak dipeliharanya jaringan atau terjadi overload,” sambungnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar masalah ini segera diselesaikan, minimal ada progres yang baik. Kalau masalah tanam tumbuh pada jaringan, nanti akan diselesaikan oleh Asisten I. Kalau permasalahannya, akibat PLTA menurutnya itu bukan masalah. Karena, soal PLTA itu masih baru dan tidak mungkin menjadi masalah.

“Bupati nggak bisa tidur, gara-gara mati lampu ini, karena taunya masyarakat itu salah kepala daerah. Makanya, selaku kepala daerah yang merupakan titisan langsung presiden, berhak untuk menegur. Harapan saya, ini segera di perbaiki dan lakukan sosialisasi dan komunikasi yang baik,” demikian Mian.

Untuk diketahui, rapat yang digelar pada Senin (26/8/2019) di ruang kerja Bupati Bengkulu Utara ini selain dihadiri 3 orang Asisten Setdakab BU, juga menghadirkan Kepala PLN ULP Arga Makmur beserta jajarannya.

Editor : Herman Eryudi

Berita ini dilansir dari rubriknews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here