Banjir di Mukomuko Mulai Surut

KONTRASTODAY.COM – Banjir bandang yang merendam sebanyak 569 unit bangunan rumah warga di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, sejak beberapa hari yang lalu, saat ini mulai surut. Tercatat, sebanyak 569 unit rumah warga di 25 desa dan kelurahan dan fasilitas umum lainnya di daerah ini terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak beberapa hari yang lalu.

“Saat ini cuaca di Mukomuko panas dan banjir yang merendam rumah warga di daerah ini sejak beberapa hari yang lalu telah surut,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mukomuko Ramdani di Mukomuko, Selasa, (22/11/2022).

Ia menyatakan, meskipun banjir di daerah ini tekan surat, namun warga terutama yang bermukim di pinggir sungai diminta untuk tetap mewaspadai banjir saat musim hujan sekarang ini.

“Kemungkinan cuaca di daerah ini masih hujan, untuk itu warga harus tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan melanda wilayah ini,” ujarnya pula.

Terkait dengan penetapan status tanggap darurat banjir di daerah ini, ia mengatakan, pihaknya akan berkonsultasi dengan bagian administrasi hukum di daerah ini.

“Kami akan konsultasikan dengan bagian hukum pemerintah daerah terkait penetapan status tanggap darurat dari Bupati Mukomuko,” ujarnya.

Ia mengatakan, terkait dengan kondisi darurat banjir ini selama tiga hari telah berlalu sejak beberapa hari yang lalu, selanjutnya darurat banjir selama tujuh hari dan kemungkinan sampai 14 hari ke depan.

Ia mengatakan, setelah tanggap darurat banjir kemudian baru pasca-bencana untuk menghitung kerugian akibat banjir.

Terkait dengan dapur umum untuk warga yang menjadi korban banjir di daerah ini, ia mengatakan, pihaknya belum mendirikan dapur umum karena hanya ada satu mobil dapur umum sedangkan banyak desa yang terendam banjir.

Begitu juga dengan bantuan logistik untuk warga yang menjadi korban banjir, ia mengatakan, sebaiknya dikoordinir oleh Dinas Sosial setempat. [**]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *