banner 728x250
Bengkulu UtaraHeadline

Berbahaya.! PLN Arga Makmur Dinilai Cuek Terhadap Kinerja Lembaga Penerbit SLO

700
×

Berbahaya.! PLN Arga Makmur Dinilai Cuek Terhadap Kinerja Lembaga Penerbit SLO

Sebarkan artikel ini
Foto : Ilustrasi

Sabtu, 20 Oktober 2018
Pewarta : Herman

BENGKULU UTARA – Diadakannya lembaga penerbit Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk instalasi listrik tegangan rendah di rumah-rumah pelanggan, pada dasarnya bertujuan sangat positip. Dimaksudkan untuk menghindari terjadinya konsleting listrik dan terpenuhinya aspek teknis pada instalasi, serta terjaganya pemanfaatan tenaga listrik yang di sediakan oleh pihak PLN pada bangunan milik pelanggan.

Namun jika kinerja penerbit SLO tersebut tidak sesuai dengan tuntutan teknis serta aturan yang diberlakukan, tentu akan berdampak sangat negatif serta membahayakan bagi pelanggan itu sendiri. Apalagi kurangnya kepedulian pihak PLN terhadap kinerja petugas lembaga ini, alias cuek. Paparan tersebut diungkapkan oleh Ketua DPP LSM Cobra, Alex Reagen kepada kontrastoday.com, di Arga Makmur, Sabtu (20/10).

Menurut temuan Alex, banyak petugas lembaga penerbit SLO yang berada di wilayah kerja PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Arga Makmur hanya melakukan pemeriksaan di atas meja. Artinya, kata dia, petugas pemeriksaan instalasi tidak turun ke lapangan melakukan pemeriksaan terhadap material yang terpasang, sebagaimana ketentuannya diwajibkan menggunakan perlengkapan listrik berstandar SNI.

“Menurut Saya, ini sangat berbahaya. Sebab, banyak kita temui material instalasi yang terpasang tidak berlabel SNI. Jika terjadi akibat buruk seperti kebakaran tentu penerbit SLO tidak mau bertanggung jawab. Dengan alasan instalasi telah mengalami perubahan. Padahal mereka (petugas SLO-red) tidak tahu situasi yang sebenarnya, gambar dibuat hanya direka-reka saja,” ungkap Alex.

Lebih jauh ia mengatakan, akan melaporkan hasil temuannya tersebut ke pusat baik kepada Lembaga penerbit SLO masing-masing dan juga Direktur PLN Pusat dan Manager Wilayah di Palembang. Supaya ada tindakan demi terjaminnya keamanan dan kesentosaan instalasi listrik, khususnya yang terpasang pada bangunan pelanggan.

“Jika didiamkan, hal ini akan semakin buruk. Para petugas yang seharusnya dapat menjaga kualitas malah mengabaikan tanggung jawab yang ia emban. Untuk itu upaya kita adalah melaporkan hal ini ke Pusat,” tandas Alex.

Sementara itu, Manager PLN ULP Arga Makmur, Trio Nurmansyah, belum berhasil didapatkan penjelasannya soal permasalahan ini. Ketika disambangi di kantornya, awak kontrastoday tidak diperkenankan berjumpa oleh petugas scurity.

“Bapak baru saja bertugas disini, masih sangat sibuk karena banyak pekerjaan. Coba saja datang lain waktu,” kata petugas Scurity.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *