Bengkulu UtaraHeadlineHukum dan Kriminal

Dewan Sebut, Setiap Oknum Terlibat Pengadaan Meubelair Harus Ditindak

517
×

Dewan Sebut, Setiap Oknum Terlibat Pengadaan Meubelair Harus Ditindak

Sebarkan artikel ini

PEWARTA : HERMAN
MINGGU 1 JULI 2018

BENGKULU UTARA – Perbuatan persekongkolan dalan pelaksanaan proyek pengadaan meubelair sekolah anggaran tahun 2017, yang diperuntukkan bagi 10 SD dan 10 SMP bersumber dari APBD-P Bengkulu Utara, diduga kuat melibatkan ajudan kadis. Sudah tentu diduga pula melibatkan Kepala Dinas Pendidikan setempat.

Dalam pelaksanaannya, pengadaan meubelair senilai masing-masing Rp 170 Juta untuk SD dan Rp 170 Juta untuk SMP itu, diborong oleh ajudan sang kadis berinisial Ek. Hal itu terungkap atas pengakuan tukang yang mengerjakan bangku-bangku sekolah tersebut, bahwa pihaknya menerima upah dan order dari sang ajudan.

Lebih dalam lagi, perbuatan persekongkolan ini telah mengarah ke penggelembungan dana atau mark up. Itu juga diakui oleh tukang, bahwa harga perset meubelair hanya Rp 450 Ribu, sedangkan harga pada anggaran jelas tertera sebesar Rp 850 Ribu perset.

Anggota DPRD Bengkulu Utara, Dedy Syafroni, mengharapkan supaya setiap yang terlibat harus ditindak, dan tidak satupun pihak yang bersalah dibiarkan melenggang menikmati hasil kejanggalan pelaksanaan proyek tersebut. Sebab menurut dia, tidak mungkin ajudan bisa berbuat tanpa adanya restu kepala dinas.

“Pada prinsipnya audit inspektorat sangat mendukung penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Dan kami dari dewan berharap agar penyelidikan ini dapat dilakukan hingga ke akar-akarnya. Setiap oknum yang terlibat harus ditindak,” tukas Roni via pesan singkat, Sabtu malam.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat Bengkulu Utara, Dullah SE, sejak pertengahan bulan juni lalu hanya mengatakan akan diaudit. Namun hingga saat ini audit terhadap dugaan markup tersebut belum juga dilakukan oleh pihaknya.

“Minggu depan kita akan turunkan tim audit,” kata Dullah juga via pesan singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *