
Minggu, 28 Oktober 2018
Pewarta : Herman
BENGKULU UTARA – Lumpuhnya arus lalulintas antar provinsi Bengkulu- Sumatera Barat, akibat dari ambruknya jembatan pada jalur jalan tersebut jumat malam (26/10), pada sabtu sore sudah dapat dilintasi oleh kendaraan roda 6. Sekalipun masih bersifat darurat, upaya keras yang dilakukan oleh pemerintah daerah dapat mengurai kemacetan dari dua arah yang terjadi sejak sabtu dini hari.
Bupati Bengkulu Utara (BU) Ir Mian, bersama Kapolres BU, AKBP Ariefaldi WN SH SIk, juga Dandim 0423/BU, Letkol Arh Ari Trisenta Nursanto, S.Sos, M.Si, dan Kajari BU, Fathuri, SH, MH, sore sabtu, usai mengikuti senam sehat di Alun-alun RMP mengunjungi lokasi ambruknya jembatan, di Desa Air Sabai, Kecamatan Putri Hijau, Bengkulu Utara.
Bukan hanya mengunjungi, Bupati bersama unsur Forkopinda melakukan berbagai kordinasi agar arus lalulintas pada jalur lintas provinsi tersebut tidak terlalu lama lumpuh. Berbagai pihak terkait dikordinasikan oleh Bupati Mian, diantaranya kepada Gubernur, ia menyampaikan laporannya serta menyurati Balai Besar Pengawasan Jalan Kementerian PUPR. Alhasil, Sabtu sore sekitar pukul 18.30 wib, sudah dapat dilintasi.
“Mulai sabtu pagi, dilakukan perbaikan dan penanggulangan. dipasang gorong-gorong dua baris kemudian ditimbun, sorenya jalan sudah dapat dilintasi. Pelaksanaannya dilakukan oleh Balai Pengawasan Jalan Kementerian PUPR, Satker Provinsi Bengkulu,” ujar Camat Putri Hijau, Usman Wahid Siregar, kepada kontras today.com, via ponsel, Minggu.
Mengingat jalan yang dibentuk tersebut bersifar darurat, aparat kepolisian dari Polres BU, menurunkan personil untuk berjaga-jaga dan mengamankan arus lalulintas. Tampak sejumlah personil dari Polsek Putri Hijau bersiaga penuh, melakukan pengamanan, agar pengguna jalan dapat melintas dengan lancar.
Artikel sebelumnya klik disini : Jembatan Pada Lintas Barat Sumatera Ambruk, Akses Kendaraan Besar Lumpuh Total
























