BPBD Bengkulu Utara Gelar Bimtek Srikandi Siaga Bencana

0
44
Bupati BU, Ir. H. Mian membuka pelaksanaan bimtek Srikandi Siaga Bencana.

Selasa, 09 April 2019
Pewarta : Admin

KONTRAS BENGKULU UTARA – Untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, khususnya kaum perempuan untuk kesiapsiagaan dalam menghadapi resiko terhadap darurat bencana dengan memberikan  praktek dasar, agar resiko bencana dan kerugiannya dapat diminimalisir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Utara, Selasa (9/4/2019) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Srikandi Siaga Bencana di Balai Ratu Samban Arga Makmur.

Bupati BU Ir. H. Mian dalam sambutannya mengatakan, bimtek ini sangat penting mengingat Kabupaten Bengkulu Utara merupakan kawasan yang cukup rawan bencana khususnya bencana gempa bumi.

“Melalui bimtek ini diharapkan bisa menjadi upaya penyelamatan dini saat terjadi bencana alam,” kata Mian.

Laporan Panitia Penyelenggara oleh Kepala Pelaksana BPBD BU, Supadi.

Sebagai nara sumber dalam Bimtek ini Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat, Ir. Bernadus  Wisnu Widjaya, MSc. Kegiatan ini juga melibatkan anggota BPBD Kabupaten BU dan perwakilan BPBD se-Provinsi Bengkulu serta tamu undangan.

Dalam sambutannya Wisnu menjelaskan, bimtek ini dilakukan guna melatih serta memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam menanggulangi resiko seandainya terjadi bencana alam. Baik itu bencana gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor dan lain sebangainya.

“Bencana alam besar juga dipengaruhi oleh aktifitas manusia itu sendiri, maka dari itu kita minta masyarakat untuk lebih mencintai alam dan lingkungan sekitar,” ujar Wisnu.

Foto bersama peserta bimtek Srikandi Siaga Bencana.

Kepada para peserta Bimtek yang hadir Wisnu menjelaskan, terkhusus bagi kaum perempuan, mereka harus mampu menjadi tutor bagi keluarga dan lingkungan sekitar dalam menyiapkan diri dan keluarga menghadapi ketika datang bencana.

“Kaum wanita adalah orang yang harus tangguh dalam menghadapi bencana dan menyiapkan keluarganya agar siaga bencana. Bahkan juga memiliki peran yang sangat penting dalam menyelamatkan keluarga dan mendidik anak-anak tentang kebencanaan,” jelas Wisnu.

Wisnu mengajak seluruh kaum perempuan, khususnya seluruh anggota Dharma Wanita dan organisasi wanita lainnya, untuk mengikuti latihan kesiapsiagaan bencana. Sehingga kedepan akan terbangun kapasitas dan kapabilitas semua pihak terkait kesiapsiagaan terhadap seluruh orang yang tinggal di Indonesia agar selamat dari bencana dan tidak ada korban.

“Banyaknya korban karena masyarakatnya panik menyelamatkan diri, karena kurangnya kesiapsiagaan dan pengetahuan tentang bencana,” ucapnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, Rusdi Bakar kepada awak media, karena ada beberapa titik di wilayah provinsi Bengkulu masuk dalam zona merah rawan bencana, terutama bencana gempa dan sunami. Dengan program nasional ini, BPBD Provinsi Bengkulu bersama BPBD kabupaten/kota melakukan kegiatan memberikan bimbingan teknis kesiapsiagaan bencana di dalam rumah tangga.

“Kita bersyukur dapat Bimtek ini. Kita melakukan ini bukan jatuh dengan sendirinya, tetapi berdasarkan usulan. Gubernur Bengkulu juga konsen terhadap kegitan ini, sehingga untuk persiapan Bengkulu kedepan, Gubernur sudah mempunyai program akan menitipkan dimasing-masing desa harus ada relawan bencana,” paparnya.

Kegiatan Bimtek ini juga dihadiri 41 orang peserta dari BPBD Bengkulu Utara serta sekitar 30 orang peserta dari BPBD Provinsi Bengkulu dan organisasi wanita dari daerah setempat dan kabupaten lainnya. (ADVERTORIAL)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here