Bengkulu UtaraHeadline

Bupati Mian dan Margono Disebut Kecewakan BMA, Ini Pasalnya

210
×

Bupati Mian dan Margono Disebut Kecewakan BMA, Ini Pasalnya

Sebarkan artikel ini
Sekretaris BMA Bengkulu Utara, Ibnu Majah

Selasa, 23 Oktober 2018
Pewarta : Herman

BENGKULU UTARA – Pengurus Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Bengkulu Utara merasa sangat kecewa terhadap Bupati Ir Mian dan Kepala Dinas Pendidikan Margono SPd. Pasalnya, menurut pengakuan Sekretaris BMA, Ibnu Majah, Amd.Com, selama ini tidak ada kepedulian pihak pemerintah daerah, bahkan BMA tidak pernah dilibatkan dalam setiap kegiatan adat dan budaya di daerah itu.

Kata Majah, setelah hampir dua tahun para pengurus BMA mengantongi SK yang ditandatangi oleh Bupati Ir Mian, belum pernah merasakan adanya perhatian, baik berupa bantuan atau dalam bentuk apapun. Demikian pula, apabila ada kegiatan adat dan kebudayaan, BMA tidak dilibatkan sama sekali.

 “Seperti pada kegiatan HUT Kota Arga Makmur, dalam dua tahun ini, kami dari BMA tidak diajak atau sekedar dilibatkan dalam kepanitiaan. Semuanya ditangani oleh Dinas Pendidikan. Jujur, saya sangat kecewa dengan Bupati, terutama kepada Kadis Pendidikan, Margono,” kata Majah.

Lebih mengecewakan lagi, kata Majah, setelah melihat SK Bupati tentang Tim Penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2018, Nomor 430/352/DISPENDIK/2018. Karena tidak ada sedikitpun melibatkan BMA. sedangkan BMA, kata dia, merupakan induk Ormas Kekeluargaan yang ada di Bengkulu Utara.

“Ini merupakan salah satu kekecewaan berat bagi kami terhadap Dinas Pendidikan termasuk juga Bupati. Jika tidak mau melibatkan BMA, buat apa Bupati menerbitkan SK Kami. hendaknya hargai sedikit tokoh-tokoh adat dan budaya yang ada di Bengkulu Utara ini. Jangan semaunya saja,” sesal Majah.

Lebih jauh Majah berujar, ada baiknya Margono selaku Kadis Pendidikan mempelajari tentang tugas dan fungsi lembaga adat. Supaya paham dan mengerti. Sekaligus dapat menghormati keberadaan tokoh-tokoh adat yang tergabung dalam BMA. Sebab menurut Majah, funsgi BMA sangatlah besar di Kabupaten Bengkulu Utara dan di Negara ini.

Bupati Ir Mian semenjak di lantik,  sampai saat ini, kata dia, tidak ada sedikitpun sumbangsih ke BMA. Baik berupa pendanaan maupun keterlibatan BMA dalam setiap kegiatan adat, budaya dan kesenian di daerah itu. Selama ini hanya janji-janji yang selalu diucapkan.

“Katanya dana BMA akan dianggarkan, buktinya sampai saat ini tidak ada sama sekali. Hanya berupa sekretariat yang diberikan kepada kami yakni bekas kantor KNPI. Sebagaimana diketahui, bangunan tersebut rusak parah, apabila hujan banjir bahkan alat kantor saat ini milik pribadi saya semua,” ungkap Majah.

Dijelaskan oleh dia, sejak minggu yang lalu sekrtetariat tersebut sudah dikembalikan ke Pemda. tentunya diiringi dengan surat yang ditujukan kepada Bupati, ditandatangani oleh Ketua BMA, H. Samid dan Sekretaris Ibnu Majah.

“Harapan kami kedepan, Dinas Pendidikan dan Bupati dapat memfungsikan BMA ini. Karena kami bekerja atas dasar SK Bupati dan bukan atas kehendak kami saja. Dan mohon hormati tokoh adat yang ada di Bengkulu Utara ini,” demikian Majah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *