Bengkulu UtaraHeadline

Jembatan Melengkung, Jalan Longsor, Akses Ds Curup-Kota Agung Diportal Warga

377
×

Jembatan Melengkung, Jalan Longsor, Akses Ds Curup-Kota Agung Diportal Warga

Sebarkan artikel ini
Jalan Diportal Warga

Sabtu, 3 November 2018
Pewarta : Herman

BENGKULU UTARA – Mengingat kondisi jembatan Desa Talang Lembak yang berada pada ruas jalan Desa Dusun Curup-Kota Agung kondisinya cukup parah (melengkung-red), ditambah lagi terjadinya longsor di Desa Kota Agung yang hampir memakan setengah badan jalan, maka warga masarakat desa setempat memasang portal.

“Dengan kondisi jembatan Talang Lembak yang melengkung, tentunya tidak dapat dilintasi lagi oleh kendaraan berat, apalagi bermuatan. Oleh sebab itu warga masarakat memasang portal. Guna menghindari terjadinya kecelakaan, serta menjaga kondisi jalan agar tidak semakin parah,” kata Camat Air Besi, Jhon Kenedi, SH, via ponsel, sabtu malam (3/11).

Namun, menurut camat, secara resmi pihaknya belum menerima laporan atau pemberitahuan dari pihak desa. Hal itu ia ungkapkan berdasarkan perkiraan terkait pemasangan porta tersebut. Untuk lebih jelasnya, kata dia, akan dilakukan pengecekan dulu ke lokasi.

“Secara resmi kami di kecamatan belum mendapatkan laporan, dan saya akan turun dulu kelokasi untuk melihat secara langsung,” imbuh Camat.

Sementara itu, Kapolsek Air Besi, Ipda Nanuk Irawan mengungkapkan, bahwa forum kades telah mengingkari kesepakatan bersama yang dibuat di kantor camat Air Besi. Saat itu dibuat bersama segenap unsur Tripika Air Besi yang meyangkut soal pemasangan portal tersebut.

“Anehnya, kenapa baru dipasang sekarang, dan kami tidak tahu atas perintah atau arahan siapa. Sebab posisi portal tersebut bukan seperti kesepakatan awal yakni di simpang tiga. Perlu Saya ingatkan, bahwa kesepakatan itu dituangkan dalam bentuk tertulis,” kata Kapolsek.

Menurut Kapolsek, terjadinya longsornya jalan serta jembatan yang melengkung itu lantaran terlambatnya dilakukan pemasangan portal. Selain itu, kata dia, posisi portal yang dipasang sekarang tidak sesuai dengan isi kesepakatan.

“Kami dalam hal ini selalu berusaha untuk mendukung kegiatan/program pemerintah daerah ataupun masyarakat yang bertujuan untuk kepentingan umum, apabila didasari kesepakatan bersama dengan para pihak terkait. Namun, jika ada yang melanggar kesepakatan yang sudah dibuat, silahkan saja. Kami hanya memonitor saja, sesuai dengan tupoksi kami,” tandas Kapolsek.

Dijelaskan, tupoksi yang dimaksud, antara lain, melayani, melindungi, mengayomi, masyarakat. Demi terjaganya kamtibmas, sudah diupayakan dengan cara mengadakan musyawarah untuk mufakat. “Tinggal penegakan hukum saja,” demikian Kapolsek. 🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *