Bengkulu UtaraHeadlineHukum dan Kriminal

Diduga Gunakan Material Tak Berizin, Jika Terbukti, Kontraktor Siap Bertanggung Jawab Secara Pidana

355
×

Diduga Gunakan Material Tak Berizin, Jika Terbukti, Kontraktor Siap Bertanggung Jawab Secara Pidana

Sebarkan artikel ini

Rabu, 28 November 2018
Pewarta : Admin

BENGKULU UTARA – Proyek peningkatan/pemeliharaan jaringan irigasi DI Air Lais dengan nilai kontrak Rp 1,7 miliar lebih bersumber dari DAK Penugasan TA 2018, di Desa Taba Baru, Kecamatan Lais, Kabupaten Bengkulu Utara belum selesai pelaksanaannya. Sedangkan masa kontrak pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV PDS Membangun tersebut sampai dengan tanggal 19 November 2018.

Parahnya lagi menurut salah seorang pemerhati pembangunan dan penggiat anti korupsi di daerah itu, dalam melaksanakan pekerjaan perusahaan pelaksana menggunakan material yang diambil dari lokasi proyek itu atau menggunakan material setempat. Dugaan itu ditegaskan olehnya beradasarkan hasil temuan di lokasi yang telah didokumentasikan.

“Kami memiliki dokumentasi pengakuan pekerja proyek tersebut, bahwa material yang digunakan diambil dari lokasi proyek itu. Sudah tentu kuari tersebut juga perlu dipertanyakan tentang legalitas serta perizinannya,” kata dia (nama ada pada redaksi).

Padahal, pihak kontraktor pelaksana telah membuat surat pernyataan diatas meterai Rp 6.000, yang menyatakan, menjamin seluruh item pekerjaan sesuai dengan laporan, baik volume maupun spesifikasi teknis sebagaimana tertera pada perjanjian kontrak. Termasuk material yang digunakan berasal dari quari berizin dan perizinannya masih berlaku.

“Apabila dikemudian hari ada temuan dalam pemeriksaan atas pekerjaan yang dilaksanakan, maka saya bersedia bertanggung jawab secara pidana dan materi dengan mengembalikan kerugian negara atas temuan tersebut,” sebut Wakil Direktur CV PDS Membangun, Wibi Sulaimansyah, dalam surat pernyataannya, tanggal 4 Juni 2018.

Sebelumnya, Kadis PUPR BU, Heru Susanto ST., mengatakan, pihaknya sudah menyurati pihak kontraktor pelaksana. Dan dia menegaskan, bahwa menurut ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan antara lain tidak dibenarkan menggunakan material berasal dari kuari tak berizin.

“Kami sudah mengirim surat terhadap pihak kontraktor, yang jelas semua pemborong dan kontraktor tidak boleh menggunakan material berasal dari kuari yang tidak memiliki izin,” kata Heru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *