Bengkulu UtaraHeadline

Tindak Kejahatan Jelang Tahun Baru Diprediksi Meningkat, Berikut Giat Antisipasi Kepolisian

332
×

Tindak Kejahatan Jelang Tahun Baru Diprediksi Meningkat, Berikut Giat Antisipasi Kepolisian

Sebarkan artikel ini
Kasat Reskrim Polres BU, AKP M Jufri SIk tengah memberikan keterangan kepada awak media, jumat

Jumat, 21 Desember 2018
Pewarta : Herman

BENGKULU UTARA – Polres Bengkulu Utara memprediksi intensitas tindak kejahatan jalanan dan premanisme menjelang hari Natal 2018 dan tahun baru 2019 akan meningkat. perkiraan tersebut menurut Kasat Reskrim Polres BU, AKP M Jufri SIk, karena desakan ekonomi akibat dari anjloknya harga sawit dan karet belakangan ini. Sedangkan mayoritas penduduk Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengan adalah petani dan berkebun kedua komoditi tersebut.

Menjelang Natal dan tahun baru, kata Kasat, tidak jauh berbeda dengan menjelang puasa dan Lebaran Idul Fitri, pastinya kebutuhan masyarakat juga meningkat. Oleh karena itu, pada saat ingin memenuhi kebutuhannya para pelaku kejahatan melancarkan aksi tindak pidana, karena tidak mau bekerja keras untuk mendapatkan uang dengan cepat tanpa pikir akibatnya.

“Kejahatan yang diprediksi meningkat selama menjelang Natal dan Tahun Baru diantaranya pencurian dengan kekerasan (curas) seperti penjambretan, hipnotis, penipuan baik secara langsung maupun tidak langsung melalaui SMS perampokan dan pembiusan serta pencurian dengan pemberatan (curat) dengan sasaran rumah kosong dan warga yangg tidak waspada,” tutur Kasat.

Guna mengantisipasi kejahatan tersebut, Polres Bengkulu Utara melaksanakan Giat KKMS (Kegiata kepolisian multi sasaran) dengan cara meningkatkan Patroli dan razia kendaraan, hotel, tempat hiburan dan kendaraan. Sasarannya street crime, premanisme, curat, curas, curanmor, termasuk petasan, miras dan penganiayaan.

“Saat ini Polres Bengkulu Utara telah memetakan sejumlah titik rawan kejahatan premanisme dan kejahatan jalanan (street crime). Aksi kejahatan jalanan dan premanisme, biasanya terjadi di pusat-pusat keramaian dan pemukiman penduduk,” katanya.

Berikut kejahatan yang menonjol yg terjadi pada peringatan Natal 2017 dan Tahun Batu 2018 lalu :
1. Pencurian Kendaraan Bermotor (curanmor) Curanmor merupakan jenis kejahatan pencurian dengan pemberatan (curat). Kejahatan pencurian kendaraan bermotor diprediksi meningkat selama menjelang Natal dan Tahun Baru ini.

2. Pencurian Rumah Kosong Pencurian dengan pemberatan lainnya yakni pencurian di rumah yang ditinggalkan penghuninya untuk mudik atau biasa disebut pencurian rumah kosong. Kejahatan ini biasanya terjadi pada H-1 Natal hingga H+2 Tahun Baru karena rumah tersebut masih ditinggal penghuninya.

3. Perampasan Nasabah Aksi kejahatan lain, yakni pencurian dengan kekerasan (curas) seperti perampasan uang nasabah, pencurian disertai pembiusan dan perampokan toko emas.

4. Hipnotis dan Pembiusan serta copet
Kejahatan ini marak pada saat-saat menjelang Natal dan Tahun Baru dengan sasaran adalah pengunjung pasar, pemudik di terminal, bandara dan pelabuhan.

Tindak pidana lain yg sering terjadi menjelang tahun baru, tambah Kasat, adalah kasus asusila dan penganiayaan ataupun perkelahian antar pemuda. Perlu juga diantisipasi kejadian kebakaran akibat kurang waspadanya warga pada saat meninggalkan rumah. Dan perlu juga diantisipasi kasus orang tenggelam dan bencana alam, karena cuaca yg kurang bersahabat.

“Kita mengharapkan agar masyarakat senantiasa waspada terhadap segala bentuk kejahatan dengan betul-betul mengecek kepastian keamanan seluruh barangnya, baik barang yg dibawa pada saat mudik maupun pada saat rekreasi ditempat wisata. Mudah-mudahan tahun ini tindak pidana tidak terjadi lagi seperti tahun-tahun sebelumnya,” harap Dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *