Warga Hibahkan Tanah Untuk Membangun Jalinbar Yang Putus Akibat Abrasi Air Laut

0
214

KONTRASTODAY.COM Bengkulu Utara – Camat Ketahun dan Plt Camat Batik Nau bersama Pjs Kepala Desa Urai, Kepala Desa Air Lakok, Kepala Desa Selolong, dan Kepala Desa Serangai pada Kamis (24/7/2019) mendampingi 3 pemilik lahan yang terkena dampak pembangunan akses Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Bengkulu – Sumbar mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkulu Utara.

Kementerian PUPR pada tahun 2019 ini rencananya akan membangun kembali Jalan Lintas Barat yang putus akibat abrasi laut, namun pembangunan jalan baru tersebut saat ini masih terkendala dengan hibah lahan milik 3 warga masyarakat.

Pemilik lahan tersebut mendatangi Dinas PUPR Bengkulu Utara untuk memberikan lahan mereka secara sukarela sesuai dengan kebutuhan pembangunan dengan lebar 12 meter dan panjang 170 meter, sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan akses jalan utama perekonomian ini.

Ke 3 pemilik lahan dengan suka rela menghibahkan tanah mereka dengan syarat, pihak Pemkab Bengkulu Utara wajib menerbitkan 2 sertifikat, 1 sertifikat tanah hibah atas nama Pemda dan 1 sertifikat lagi atas nama pemilik lahan yang memberikan hibah sesuai dengan ukuran baru yang akan diukur oleh pihak Badan Pertanahan Nasional, serta pembiayaan pembuatan sertifikat ini ditanggung oleh Pemkab Bengkulu Utara.

Warga yang memberikan hibah ini juga meminta pihak Pemkab Bengkulu Utara untuk menyanggupi melakukan perawatan jalan yang akan dibangun Kementerian PUPR tersebut agar tidak rusak.

Bupati Kabupaten Bengkulu Utara, Ir. H. Mian merasa bersyukur dan berterima kasih kepada warga yang telah menghibahkan lahannya untuk membangun kembali jalan yang putus akibat abrasi pantai ini.

“Alhamdulillah pembebasan lahan untuk pembangunan jalan putus akibat abrasi pantai di Desa Urai sudah diselesaikan,” pungkasnya.

Editor : Herman Eryudi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here