Terkait Proyek Irigasi Sengkuang, Pemkab Bengkulu Utara Digugat Perdata di PN Arga Makmur

0
110

KONTRASTODAY, Bengkulu Utara – Pemkab Bengkulu Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), digugat. Gugatan langsung dilayangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Arga Makmur pada Rabu (27/11/2019) pukul 10.30 WIB.

Gugatan disampaikan langsung oleh PT Permada Tri Karya melalui kuasa hukumnya, Ruben Panggabean, SH, M.H.

Dalam laporan di Pengadilan Negeri Arga Makmur, penggugat meminta pengembalian alokasi dana kontrak kerja.

Dimana tuntutan yang dilayangkan terkait proyek bendungan Sengkuang Tahun 2017, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD senilai Rp 4,9 miliar.

Kepada awak media, Ruben Panggabean menegaskan, kerugian materi yang dialami pihak pelapor mencapai Rp.2,4 miliar.

Dimana ia merincikan, kerugian atas paket proyek yang diklaim diputus sepihak oleh pihak PUPR senilai Rp.1,8 miliar. Sedangkan tuntutan kedua, terkait pinjaman dari pihak PUPR senilai Rp 600 juta.

“Sepertinya memang tidak ada itikad baik dari pihak Pemkab Bengkulu Utara. Oleh sebab itu, kita menempuh jalur hukum dengan melaporkan gugatan secara perdata,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, hingga memilih jalur hukum. Pihaknya sudah berupaya menanti itikad baik dari tergugat, yakni Pemkab melalui PUPR, untuk dikembalikan sesuai rincian.

Hanya saja, aku nya, mediasi yang dilakukan selama 2 kali, pertama di Medan (SUMUT) tidak membuahkan hasil.

“Terakhir pertemuan langsung kepada pak Bupati Mian di Jakarta. Tapi pertemuan itu tidak mendapatkan kata mufakat,” ujarnya.

Disinggung soal pinjaman ratusan juta? Ruben secara gamblang menyebutkan, pinjaman itu dilakukan langsung oleh oknum pejabat di Dinas PUPR.

“Tak usah kita sebutkan namanya. Yang jelas, kami menuntut pengembalian kerugian materi yang kami alami. Soal jika gugatan kalah, akan kita tempuh jalur berikutnya,” tandasnya.

Redaksi : kontrastoday.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here