advetorialDaerahKota BengkuluNasional`

Tantawi Dali : Menyikapi Kelangkaan Minyak Goreng, Pemda Sudah Harus Memikirkan Industri Hilir CPO

178
×

Tantawi Dali : Menyikapi Kelangkaan Minyak Goreng, Pemda Sudah Harus Memikirkan Industri Hilir CPO

Sebarkan artikel ini

KONTRASTODAY.COM, Bengkulu Menyikapi kelangkaan minyak goreng beberapa bulan ini, anggota DPRD Provinsi Bengkulu yang juga Ketua Fraksi NasDem Tantawi Dali S.Sos, MM angkat bicara, Rabu (09/03/22).

Tantawi Dali mengatakan Pemerintah Daerah (Pemda) di Provinsi Bengkulu dinilai sudah harus mulai memikirkan industri hilir Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit untuk menjadi produk rumah tangga, salah satunya menjadi minyak goreng.

“Sudah saatnya Pemda memikirkan untuk mendirikan industri hilir Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit menjadi minyak goreng,” kata Tantawi Dali.

Lanjut Tantawi menambahkan, suka tidak suka persoalan sulitnya masyarakat mendapatkan minyak goreng harus disikapi Pemerintah Daerah. Kalau kita mengacu pada kondisi kelapa sawit yang ada, seharusnya Provinsi Bengkulu ini tidak mengalami kelangkaan minyak goreng sebagaimana yang dikeluhkan sebagian besar masyarakat saat ini.

Faktanya di Bengkulu ini memiliki ratusan ribu hektar perkebunan kelapa sawit, dan lebih dari 10 pabrik CPO. Hanya saja potensi itu tidak disikapi pada bagian hilirnya. Maka dari itu kita menilai Pemda harus mulai mempersiapkan diri untuk industri hilir CPO agar menjadi produk rumah tangga, salah satunya minyak goreng, kata Tantawi.

“Sudah saatnya Pemda bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebenarnya mampu membuat industri hilir dari produksi CPO. Baik itu bersumber dari APBD ataupun melalui investasi. Tinggal lagi kapasitas produksi dari industri hilir tersebut,” ujar Tantawi.

Ditegaskan Tantawi, sekarang tinggal ada niat atau tidak Pemda mempersiapkan diri industri hilir yang dimaksud untuk menyikapi permasalahan kelangkaan minyak goreng ini. Kalau kita mampu produksi sendiri, setidak-tidaknya mampu menyediakan kebutuhan minyak goreng khusus masyarakat kita. Yang jelas ini salah satu solusi.

Disisi Lain Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, Yenita mengatakan, menyikapi persoalan kelangkaan minyak goreng, ini bukan hanya di Provinsi Bengkulu tapi sudah menasional.

Dijelaskan Yenita, kondisi saat ini memang stok minyak goreng memang berkurang. Karena distributor yang ada mengalami pengurangan pasokan dari produsen. [ADV]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *