Bengkulu UtaraDaerah

Pemkab BU Gelar Aksi Bersama Percepatan Penurunan Stunting

173
×

Pemkab BU Gelar Aksi Bersama Percepatan Penurunan Stunting

Sebarkan artikel ini

KONTRASTODAY.COM – Bupati Bengkulu Utara Ir H. Mian berterima kasih melihat antusiasme peserta senam sehat dalam rangka kegiatan Penguatan Aksi Bersama Percepatan Penurunan Stunting melalui konsolidasi peran Kader KB dan PLKB, Penyaluran BPJS dan Peningkatan Peran Parenting di desa Bumi Harjo Kecamatan Pinang Raya, Sabtu (12/11/2022).

Kesempatan tersebut, para peserta mulai dari Bupati, Ketua TP PKK Kabupaten, jajaran OPD, Kader Pendamping KB dan PLKB, Pelajar dan masyarakat bergerak bersama mengikuti Instruktur seiring dengan hentakan musik senam sehat dengan semangat.

Tidak hanya sekedar senam masal, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pembagian BPJS dan Penyerahan Pulsa kepada Pendamping Keluarga, Penyerahan Piagam Penghargaan Bunda PAUD Tingkat Kecamatan, dan Pemberian Penghargaan dalam rangka kegiatan Hari Anak Nasional serta pembagian door prize.

Dalam sambutannya Bupati BU Ir. H.Mian mengatakan, kegiatan senam sehat dilaksanakan dalam kegiatan Penguatan Aksi Bersama Percepatan Penurunan Stunting. Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan dimulai dengan senam sehat bersama, penyerahan pulsa kepada pendamping keluarga, penyerahan piagam penghargaan dan pemberian door prize lainnya sekaligus menerima aspirasi para pendamping keluarga dan PLKB.

Lebih lanjut Bupati BU mengatakan bahwa, pemerintah Kabupaten terus berupaya untuk mendukung target pemerintah dalam penurunan angka stunting di Indonesia. Dalam mempersiapkan anak-anak Indonesia menjadi generasi emas pada tahun 2045.

“Dibutuhkan perhatian bersama bagi mereka agar bisa mendapatkan tumbuh kembang yang maksimal melalui perhatian pada pondasi penting bagi kesehatan anak yaitu pemenuhan gizi yang baik sejak dini, bahkan sejak anak masih dalam kandungan,”ucapnya.

Sehingga untuk meningkatkan kesehatan anak-anak Indonesia dibutuhkan program edukasi dan intervensi di lapangan serta riset dan inovasi berbasis ilmiah yang dapat mendorong lahirnya inovasi baru dalam produk pangan dan nutrisi dan secara mudah dapat dijangkau oleh masyarakat.

“Untuk mengatasi stunting dibutuhkan paket lengkap lintas sektoral, melibatkan semua pemangku kepentingan secara serentak pada fase hulu dan hilir mulai dari lingkungan keluarga atau parenting, pendamping keluarga dan PLKB, tenaga kesehatan sampai kepala daerah,”tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *