Dinas Sosial BU Latih Seluruh Operator Aplikasi SIKS-NG di 19 Kecamatan

KONTRASTODAY.COM – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bengkulu Utara telah melatih sedikitnya 220 0rang operator Aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) di segenap Desa/Kelurahan di 19 Kecamatan se Kabupaten Bengkulu Utara.

Kepala Dinas Sosial Bengkulu Utara, Agus Sudrajat, S.KM, MM menyebutkan, aplikasi SIKS-NG ini menjadi acuan pada pelaksanaan program penanganan fakir miskin dan perlindungan sosial yang dilakukan secara bertahap dan akan diintegrasikan secara luas.

Diharapkan oleh Kadis Sosial, akan terwujud sinergitas, komplementaritas, dan keterpaduan pelaksanaan program penanganan fakir miskin, yang dapat mendorong optimalisasi dan percepatan penurunan angka kemiskinan serta kesenjangan sosial.

Pelatihan Operator Aplikasi SIKS-NG di Kecamatan Lais
“Pengenalan dan pengoperasian Aplikasi SIKS-NG ini merupakan system informasi terbaru, untuk menyusun dan membuat laporan perubahan data basis data terpadu (BDT) dan kartu keluarga sejahtera (KKS),” ucap Agus Sudrajat, Rabu, 23/11/2022.

“Sudah dilatih seluruh operator SIKS-NG se-Kabupaten Bengkulu Utara sebanyak 215 operator desa dan 5 operator kelurahan. Totalnya 220 operator, di 19 kecamatan termasuk juga di Kecamatan Enggano,” katanya menambahkan.

Dijelaskan Agus Sudrajat, pengajuan data penerima bantuan sosial kini menjadi lebih mudah lewat aplikasi SIKS-NG, yang merupakan program kerja Kementerian Sosial RI untuk mewujudkan penyaluran bantuan yang tepat sasaran, kepada yang layak menerima dan terverifikasi melalui tahapan-tahapan.

Pelatihan Operator Aplikasi SIKS-NG di Kabupaten Bengkulu Tengah

Lebih jauh ditegaskan, dirinya telah melakukan bimbingan teknis bagi operator SIKS-NG di seluruh kecamatan se Kabupaten Bengkulu Utara, bahkan juga diminta untuk menjadi nara sumber di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng).

Dengan adanya aplikasi SIKS-NG ini, Kata Agus Sudrajat, masyarakat tak perlu lagi jau-jauh datang ke Dinas Sosial, sebab di desa dan kelurahan telah ada operator yang dapat melayani masyarakat dengan didukung oleh Aplikasi SIKS-NG.

Namun demikian, operator bukanlah tempat mendaftar bansos dan penentu siapa yang berhak dan tidak berhak menerima bansos. Operator hanya penginput data penerima bansos yang merupakan hasil musyawarah desa.

Sehingga, berhak atau tidak berhaknya satu keluarga menerima bansos adalah perangkat desa, tokoh masyarakat dan seluruh warga yang dituangkan dalam agenda musyawarah desa. Data itupun nantinya setelah diinput akan diverifikasi ulang lebih lanjut, oleh Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Utara.

Untuk memastikan data usulan warga masuk dalam DTKS, Dinsos BU menginisiasi bimtek terkait data ini, yang diharapkan bisa mempermudahkan operator dalam pendataan.

Dengan aplikasi yang telah dipersiapkan oleh Dinsos, saat ini operator desa tidak perlu ke kabupaten, artinya cukup di desa semua usulan bisa dicover dalam DTKS secara online.

“Tentunya kami berharap agar semua pelayanan di sosial bisa dilayani dengan baik dan dipermudah atau tidak ribet, khususnya dalam pendataan,” jelas Agus Sudrajad.

Syarat untuk dapat menerima bansos, lanjut Agus, harus terdaftar dalam DTKS. Jika belum terdaftar dalam DTKS maka dapat diusulkan ke masing-masing desa melalui Aplikasi SIKS-NG yang nantinya diolah melalui operator desa untuk memverifikasi kelayakan usulan warga.

“Jika ada warga yang layak mendapatkan bantuan sosial maka diharapkan untuk mengusulkan ke dalam Aplikasi agar terdaftar dalam DTKS. Warga juga dapat mengusulkan ditingkat desa apabila benar-benar layak menerima bantuan,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Lais, Hikman , SH kepada awak media ini mengungkapkan, pelatihan SIKS-NG ini dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan pengolahan atau pemuktahiran data Sosial di Desa.

Data ini, kata Camat, harus selalu tersedia setiap saat, tentunya data yangg dinamis sesuai dengan kondisi terkini, dengan demikian tidak ditemukan adanya data ganda, data anomali, oleh sebab itu operator SIKS-NG harus memahami sumber datanya.

“Pelatihan dilangsungkan hari ini dengan jumlah peserta pelatihan se-Kecamatan Lais sebanyak 13 orang yang mewakili 12 desa dan satu kelurahan,” ucap Camat Hikman, Rabu (23/11/2022). [**]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *