Bengkulu UtaraBeritaDaerah

Karena APBD 2024 Belum Selesai Dievaluasi, RSUD Arga Makmur Gunakan Dana BLUD Sebagai Solusi Menunjang Pelayanan

153
×

Karena APBD 2024 Belum Selesai Dievaluasi, RSUD Arga Makmur Gunakan Dana BLUD Sebagai Solusi Menunjang Pelayanan

Sebarkan artikel ini
Direktur RSUD Arga Makmur, dr Herawati, Sp.Pk

KONTRASTODAY.COMKarena APBD Bengkulu Utara tahun 2024 belum dievaluasi Pemerintah Provinsi Bengkulu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arga Makmur menggunakan dana BLUD sebagai solusi guna menunjang pelayanan untuk masyarakat.

Hal ini disampaikan Direktur RSUD Arga Makmur, dr Herawati, Sp.Pk, Senin (19/02/2024). Ia menyebutkan, kebijakan yang dilakukan manajemen RSUD Arga Makmur setelah mendapatkan izin dari Bupati Bengkulu Utara.

“Karena pelayanan Rumah Sakit adalah salah satu pelayanan penting bagi masyarakat. Salah satu solusi yang diambil oleh pihak RSUD untuk operasional pelayanan tersebut menggunakan dana BLUD,” kata Herawati.

Untuk pelayanan Rumah Sakit Arga Makmur tidak terganggu walaupun DPA belum disahkan oleh gubernur, karena pihaknya mengambil solusi, tetap membayarkan biaya operasional RSUD seperti pembayaran listrik, air dan juga wifi menggunakan dana BLUD.

“Dalam hal ini kita sudah meminta izin kepada bapak bupati bahwa penggunaan dana BLUD kita gunakan untuk biaya operasional RSUD,” ujar Herawati.

Herawati menjelaskan, bilamana DPA sudah disahkan oleh gubernur, tentunya manajemen RSUD tidak akan bersurat ke bupati.

“Hal ini kita lakukan demi kelancaran pelayanan yang ada di RSUD Arga Makmur, dan kami membuat permohonan izin menggunakan dana BLUD untuk kebutuhan operasional tersebut,” ungkap Herawati.

Dikatakan Herawati, estimasi untuk kebutuhan biaya operasional di RSUD Arga Makmur diperlukan biaya sebesar seratus jutaan lebih per bulannya. Untuk biaya listrik berkisar 50 jutaan lebih, air 50 jutaan lebih dan dan wifi 11 jutaan. Untuk biaya pelayanan RSUD setiap saat operasi dan untuk pasien-pasien rawat inap.

“Semuanya itu membutuhkan listrik dan air jika tidak dibayarkan sangat terganggu untuk pelayanan RSUD kepada masyarakat Bengkulu Utara yang yang berobat ke rumah sakit,” pungkas Herawati. [ADV]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *