KONTRATODAY, Bengkulu Utara – Pemerintah Daerah Bengkulu Utara dalam hal ini Bappelitbangda melaksanakan kegiatan forum konsultasi publik rancangan awal Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2026 di ruang Command Center Setdakab Bengkulu Utara, Kamis (30/01/2025).
Kegiatan forum konsultasi publik ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata, SE. M.AP dan dihadri oleh seluruh kepala OPD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Ketua Satu DPRD dan Ketua-ketua Komisi DPRD Bengkulu Utara, tokoh masyarakat serta organisasi lainnya.
Kepala Bappelitbangda Bengkulu Utara Dr. M. Dodi Hardinata, S.Sos, M.Si dalam pemaparannya menyampaikan, realisasi dan proyeksi ekonomi makro Kabupaten Bengkulu Utara dengan laju pertumbuhan ekonomi realisasi tahun 2024 4,18 persen, tingkat kemiskinan 10,96 persen, dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) 3,33 persen.
Sementara Visi RPJMD 2021-2026 “Terwujudnya Masyakat Adil dan Sejahtera Didukung Sumberdaya Manusia Berkualitas”, untuk Visi RPJPD 2025- 2045 ”Bengkulu Utara Yang Sejahtera, Maju, Adil dan Berkelanjutan”.
Selain itu, Dodi Hardinata memaparkan Visi Bupati terpilih, ”Bengkulu Utara Maju, Hebat Sejahetra,dan Bahagia Berkelanjutan”.
Maju : Kabupaten yang modern, tangguh, inovatif memiliki daya saing yang tinggi, dan memiliki ketahanan ekonomi, ketahanan pangan yang kuat bagi seluuh masyarakat.
Hebat Sejahtera : Masyarakat Kabupaten Bengkulu Utara yang terpenuhi kebutuhan pokok dasarnya secara lahir dan batin dalam berbagai aspek serta memiliki penghidupan yang ditandai dengan angka kemiskinan yang terus menurun mendekati angka kemiskinan provinsi secara general dan angka nasional.
Bahagia Berkelanjutan: Komitmen untuk menerapkan prinsip pembagunan berkelanjutan dan kaidah-kaidah lingkungan secara konsisten dan seimbang dengan pembangunan ekonomi, dan pembangunan sosial, berkelanjutan berbasis sumber daya alam serta tata kelola pemerintahan yang baik.
“Komitmen untuk menerapkan prinsip pembagunan berkelanjutan dan kaidah-kaidah lingkungan secara konsisten dan seimbang dengan pembangunan ekonomi, dan pembangunan sosial,” pungkas Dodi. [ADV]
























