banner 728x250
Bengkulu UtaraHeadline

Bedah Rumah Di BU Semakin Tidak Beres, Rumah Janda dan Pemulung Tak Kunjung Selesai

226
×

Bedah Rumah Di BU Semakin Tidak Beres, Rumah Janda dan Pemulung Tak Kunjung Selesai

Sebarkan artikel ini

Senin, 26 November 2018
Pewarta : Admin

BENGKULU UTARA – Kejadian terbengkalainya pekerjaan program bedah rumah di Bengkulu Utara (BU) kembali terjadi. Setelah sebelumnya dialami oleh keluarga Pen, warga Desa Alun Dua, Kecamatan Tanjung Agung Palik, yang terpaksa berbulan-bulan numpang dirumah tetangga karena atap rumahnya yang dibedah tak selesai akibat material belum dibayar oleh Dinas PRKP BU. Kali ini dialami pula oleh dua keluarga di Desa Gunung Agung Kecamatan Arga Makmur.

Parahnya lagi, rumah keluarga janda lanjut usia kurang mampu yang bekerja sebagai pemulung, Basima, baru berupa kerangka bangunan. Kejadian serupa di desa yang sama, dialami pula keluarga Sahril yang memiliki tiga orang anak. Memang kondisi rumah yang ditempati selama ini sangat memprhatinkan, namun dengan adanya bantuan malah semakin menyengsarakan, ia dan anak-anak terpaksa menumpang tinggal di rumah tentangga.

Pemilik toko bahan bangunan di Desa Karang Anyar, Arga Makmur, Edi, mengakui mengalami nasib serupa dengan toko bangunan lainnya yang mkendapat order dari DPRKP BU. Janji dibayar setelah disuplai material sebanyak 50 persen ternyata bohong.

“Awalnya kita dijanjikan, setelah material masuk 50 persen akan di bayar. Pajak sebesar 10 persen ditanggung oleh pihak kami, itu semua kami sanggupi. Malah terakhir berjanji lagi akan segera di lunasi tapi hingga detik ini belum juga terealisasi,” kata Edi, selaku pemasok material.

Sementara itu pihak Dinas PRKP melalui Kasi perencanaan yang menangani program bedah rumah tersebut, Feri Kuswandi masih beralasan sama seperti sebulan lalu, akan segera dibayar setelah dananya cair.

“Saya sekarang sedang di Palembang. Semua berkas pencaitran dana tersebut sudah di Bendahara. Dan akan kita lunasi sesegera mungkin,” kata Feri.

Mendapatkan kabar demikian, Wakil Ketua I DPRD BU, H Bambang Irawan menegaskan agar pihak terkait yang menangani program tersebut supaya segera menyelesaikan persoalannya. Karena menyangkut kepada nasib warga penerima. Bila memang ada kendala kata dia, segera kordinasikan.

Artikel terkait : Bedah Rumah Terbengkalai, Warga Desa Ini Berbulan-bulan Numpang di Tetangga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *