Bengkulu UtaraHeadlineHukum dan Kriminal

Fantastis, Pertahun DPC LSM ini Bisa Raup Miliaran Rupiah

754
×

Fantastis, Pertahun DPC LSM ini Bisa Raup Miliaran Rupiah

Sebarkan artikel ini

PEWARTA : HERMAN
JUMAT 20 JULI 2018 

BENGKULU UTARA – Sangat fantastis jumlah rupiah yang bakal didapat oleh Ketua DPC Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang secara spesifik membidangi pertanian, yakni Asosiasi Independen Petani Indonesia (AIPI). Estimasi tersebut dapat disebutkan lantaran sekabupaten Bengkulu Utara terdiri dari 215 Desa. Setiap desa diminta sebesar Rp 5-7 juta.

Maka pertahun, akan terkumpul sekitar Rp 1,2 miliar lebih. Sialnya bagi sang Ketua LSM, sebelum uang tersebut dapat diraup olehnya, surat kerjasama pengawasan yang ditandatangani oleh penyidik Kejaksaan itu diragukan oleh sebagian kades, lantas dipertanyakan dan diungkap ke publik.

Sehingga muncul pertanyaan, tentang kebenaran tanda tangan salah seorang penyidik serta stempel Kejaksaan Negeri Arga Makmur. Apabila setelah dibuktikan bahwa tanda tangan penyidik dan stempel tersebut dipalsukan oleh pihak LSM, sudah tentu ia telah melakukan perbuatan pemalsuan.

Besaran nilai rupiah yang diminta oleh LSM tersebut, diakui oleh camat Arma Jaya, Rahmat Hidayat. Menurut dia, kades yang didatangi, diminta menyediakan dana sebesar Rp 7 juta sebagai dana pengawasan dan wujud jalinan kerjasama.

“Ternyata setelah kita kordinasikan dengan PMD, Kerjasama tersebut tidak ada. Sedangkan di dalam surat yang disampaikan oleh LSM kepada para Kades, jelas-jelas ada tembusan ke Dinas PMD Bengkulu Utara,” sebut Camat.

Lebih jauh dijelaskan, surat kerjasama yang ditandatangani bersama antara Ketua LSM dan Kepala Desa itu, tertera tembusan kepada, Bupati Bengkulu Utara, Kejaksaan Negeri BU, Polres BU, Inspektorat BU dan Dinas PMD BU.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan negeri Bengkulu Utara, Fathuri, SH, secara tegas mengatakan, bahwa pihak kejaksaan tidak ada kerjasama dengan LSM dalam melakukan pengawasan, apalagi sampai membubuhkan stempel.

“Kita selidiki dulu tentang surat kerjasama yang disebutkan itu. Setelah itu baru dapat kita tentukan langkah selanjutnya,” kata Kajari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *