Bengkulu TengahBengkulu UtaraHeadlineHukum dan Kriminal

Jalani Sidang Perdana, Pembunuh Tetangga Dipukul Pengunjung

290
×

Jalani Sidang Perdana, Pembunuh Tetangga Dipukul Pengunjung

Sebarkan artikel ini

PEWARTA : HERMAN
SELASA 31 JULI 2018

BENGKULU UTARA – Sidang perdana di PN Arga Makmur pada Selasa (31/7), atas terdakwa An (28) pembunuh tetangganya sendiri di Desa Lagan Bungin, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, diwarnai kemarahan pengunjung sidang. Suami korban naik pitam, secara spontan memukul terdakwa.

Pemukulan yang dilakukan oleh suami korban saat itu, menurut pandangan penasehat hukum terdakwa, Nuroni, SH, adalah wajar. Sebab kata dia, suami mana yang tidak marah bila istrinya dibunuh lantaran menolak diperkosa oleh pelaku.

“Saya pikir ada kewajaran, tetapi perkara ini sudah naik ke lembaga peradilan, seharusnya keluarga korban sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Pengadilan Negeri, untuk memeriksa dan memproses perkara ini hingga menjadi sebuah putusan,” kata Nuroni.

Putusan majelis hakim nanti lanjut dia, seandainya lebih lama dianggap itu yang terbaik, guna dipertanggung jawabkan oleh pelaku An, atas perbuatan pidana yang dilakukannya.

Menurut keterangan beberapa saksi yang ada disekitar kejadian, tersangka An baru saja turun dari mobil tahanan Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara, secara tiba-tiba dipukul oleh suami korban di dekat sel tahanan Pengadilan Negeri Arga Makmur. Sehingga mengakibatkan luka robek dibagian dahi terdakwa.

Sekedar mengingatkan, terdakwa An melakukan pembunuhan terhadap tetangganya sendiri seorang Ibu Rumah Tangga (IRT). Yang kemudian ditemukan terkapar bersimbah darah sekira pukul 9:30 WIB Kamis (3/5) lalu, di Desa Lagan Bungin Kecamatan Talang Empat.

Awalnya, tetangga mendengar suara teriakan korban berasal dari dalam rumah, setelah didatangi ditemukan korban dalam posisi terlungkup di lantai dapur dalam kondisi bersimbah darah, dengan sejumlah luka tusukan di bagian tubuhnya.

Guna menyelamatkan korban, tetangga bergegas membawanya ke rumah sakit. Naasnya, belum berapa lama mendapat pemeriksaan dan perawatan, nyawa korban tidak tertolong lagi dan dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis.

Sebelum Meninggal korban bernama Nita Fitriani berusia 21 tahun ini sempat menyebutkan nama pelaku, berinisial An (28) yang merupakan tetangganya sendiri, korban berucap dia dibunuh karena menolak diperkosa oleh pelaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *