advetorialBengkulu Utara

Dewan Reses, Warga Bukit Harapan Minta Diadakan Dokter dan Dibangun Pasar

429
×

Dewan Reses, Warga Bukit Harapan Minta Diadakan Dokter dan Dibangun Pasar

Sebarkan artikel ini

PEWARTA : HERMAN
RABU 8 AGUSTUS 2018

BENGKULU UTARA – Reses masa sidang II (kedua), anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Utara,  Zaitul Suhari, SE di Desa Bukit Harapan Kecamatan Pinang Raya, menampung sejumlah aspirasi dari warga masarakat di daerah pemilihannya.

Beragam usulan disampaikan, baik dari warga masarakat maupun perangkat desa, yang secara umum menghendaki pembangunan infrastruktur berupa jalan, dan sarana prasarana lainnya.

Diantaranya, diminta pembangunan jalan D.4 sepanjang 2 kilometer, kemudian pembangunan pabrik CPO dan pembangunan sarana prasarana pasar Bukit Harapan. Semua usulan ini langsung dicatat dan ditampung oleh Zaitul untuk diteruskan kepada pihak pemerintah daerah.

“Dalam rangka menjaring aspirasi masarakat di Desa Bukit Harapan ini, semua usulan yang disampaikan warga kita tampung. Mudah-mudahan dapat diakomodir oleh oleh seluruh anggota dewan untuk disampaikan ke pihak pemerintah daerah,” kata Zaitul, Kamis (2/8).

Dijelaskan oleh dia, reses ini berjalan pada tahun ke-3 dari ke-4 di tahun sebelumnya. Selain menampung aspirasi masarakat, dewan juga menyampaikan pokok-pokok pikiran. Ditambah lagi dengan  ajang temu wicara antara rakyat dan wakilnya yang duduk di DPRD.

“Kendala untuk memenuhi usulan tersebut yakni keterbatasan anggaran daerah. Maka kita minta kepada warga masarakat supaya tidak mengajukan usulan yang berlebihan. Memang semuanya kita tampung, tetapi realisasinya disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia,” terang Zaitul.

Sementara itu disampaikan pula bahwa desa tersebut belum ada dokter, sehingga tingkat pelayanan kesehatan dirasakan masih kurang memadai. “Kami juga mengusulkan ditugaskan dokter di puskesmas desa kami ini,” usul anggota BPD setempat, Abdul Kohar.

Reses tersebut dihadiri oleh, Sekdes Bukit harapan yang mewakili Kadesnya, Ketua BPD, TP PKK, tokoh masarakat dan sejumlah warga setempat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *