Bengkulu UtaraHeadlineHukum dan Kriminal

Pamit Nyuci Sabuk, Pemuda Datar Ruyung Ditemukan Tewas Gantung Diri

295
×

Pamit Nyuci Sabuk, Pemuda Datar Ruyung Ditemukan Tewas Gantung Diri

Sebarkan artikel ini
Proses di rumah duka, menjelang jenazah korban diantar ke pemakaman

Sabtu, 25 Agustus 2018
PEWARTA : HERMAN

BENGKULU UTARA – Betapa malangnya nasib dialami Hasmiana, setelah beberapa tahun ditinggal wafat oleh suaminya M Sirait (Alm), wanita PNS di Dinas Perikanan BU ini, ditinggalkan pula oleh putra sulungnya, Sanusi Sirait yang masih bestatus bujangan. Pada sabtu (25/8) sekira pukul 13.10 WIB, anaknya ditemukan tewas gantung diri menggunakan sabuk, di gudang rumahnya di Desa Datar Ruyung Kecamatan Arga Makmur, Bengkulu Utara.

Beberapa jam sebelumnya, korban yang berusia 26 tahun dan diketahui, sebagai ODMK (orang dengan masalah kejiwaan) sejak 5 tahun belakangan ini, memang pamit kepada ibunya untuk mencuci sabuk miliknya, yang terbuat dari bahan dasar kain. Namun ditunggu-tunggu oleh ibunya hingga selesai mandi korban tak kunjung muncul.

“Sedangkan sepeda motornya ada terpakir di samping rumah. Secara tidak sengaja adik ipar korban, Andreas atau suami dari adik perempuan korban, melihat kearah pintu gudang penyimpanan prabot dapur, tampak olehnya tubuh korban tergantung,” tutur Kades Datar Ruyung, Herman Robin kepada awak kontrastoday.com, sabtu di TKP.

Menemukan abang iparnya yang tergantung tersebut, kata Kades, Andreas bergegas berupaya menurunkannya, dibantu oleh ibu korban dari posisi gantungannya dengan memotong tali atau sabuk yang menjerat bagian leher korban. Kemudian segera dibawa ke RSUD Arga Makmur.

“Setibanya di rumah sakit, menurut keterangan pihak medis yang bertugas hari itu, nyawa korban sudah tidak dapat tertolong lagi. Dan jenazah korban kembali dibawa ke rumah duka, untuk dimakamkan,” papar Kades.

Pihak kepolisian membenarkan tentang adanya kejadian ini. Kapolres BU, AKBP Ariefaldi WN SH SIk, MM, melalui Kasat Reskrim, AKP M Jufri SIk menyebut, pihaknya juga mengikuti proses pemeriksaan korban ketika berada di RSUD Arga Makmur. Dan memang benar nyawa korban sudah tidak dapat terselamatkan lagi.

“Usai dilakukan proses persiapan pemakaman dan disholatkan, menjelang senja hari sekira pukul 18.10 WIB, korban dikebumikan, di TPU Desa Datar Ruyung,” ungkap Kasat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *