Bengkulu UtaraHeadlineHukum dan Kriminal

Polisi Selidiki Penyebab Terbakarnya Al-Qur’an di Pagar Banyu

258
×

Polisi Selidiki Penyebab Terbakarnya Al-Qur’an di Pagar Banyu

Sebarkan artikel ini

Sabtu, 01 September 2018
PEWARTA : HERMAN

BENGKULU UTARA – Jajaran Kepolisian Belum dapat memastikan penyebab terbakarnya Al-Quran dan sejumlah buku-buku agama lainnya di Mushollah Al-Ikhlas, Desa Pagar Banyu Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara (BU). Polisi juga belum dapat menyimpulkan, peristiwa yang terjadi pada Kamis (30/8) itu, apakah memang tidak sengaja terbakar atau dibakar oleh seseorang.

Disebutkan oleh Kapolres BU, AKBP Ariefaldi WN, SH, SIk, MM melalui Kasat Reskrim AKP M Jufri SIk, sementara pihaknya memperkirakan Alquran tersebut terbakar secara tidak sengaja. Sebab, pada hari itu sekira pukul 15.00 WIB, saksi Zena (12) melihat kepulan asap berasal dari dalam mushola, ketika didekati ternyata Al-Quran dan buku pengajian yang  terletak di atas rak kayu, terbakar.

Demikian pula keterangan saksi lainnya yakni, Alia (50), dan Saripin (60) termasuk penjelasan dari guru mengaji, Abdurrahman alias Habib Ali alias Ali Husain (36), serta Kades Pagara Banyu, Alfiansyah (49). Belum ada satupun dari mereka yang mendapatkan tanda-tanda bahwa Al-Quran tersebut sengaja dibakar.

” Dugaan sementara, terbakarnya alquran tersebut akibat dari obat nyamuk bakar atau lampu minyak tanah (teplok), karena didekat rak kayu terdapat bekas bakaran obat nyamuk dan lampu minyak tanah,” kata Kasat Jufri, Sabtu (1/9).

Dijelaskan oleh Kasat, Al quran yang terbakar sebanyak 5 buah, beserta 10 buah buku yasin, buku iqra 1 buah, dan buku Jus Amma sebanyak 12 buah. Barang bukti berupa kitab suci yang telah hangus telah diamankan oleh Bhabinkamtibmas dan Polsek Air Besi pada pukul 16.10 wib.

” Kondisi tempat terbakarnya alquran dan buku agama tersebut berada di tempat imam dan berada di atas rak kayu, rak kayu tersebut tidak terbakar habis. Apabila Al-Quran tersebut dibakar maka kemungkinan rak serta karpet akan ludes terbakar,”kata Kasat menambahkan.

Selain itu, letak Mushola Al iklas berada di ujung desa, berdekatan dengan rumah warga sehingga diketahui siapa saja yang masuk ke mushola tersebut. Aktifitas rutin mushola adalah sholat magrib dan sholat zuhur, serta pengajian bagi anak anak pada sore hari.

” Hingga saat ini belum diketahui siapa yang terakhir kali memasuki mushola, atau dugaan warga yang menghidupkan api tersebut. Kejadian ini masih dalam proses pendalaman,” demikian Kasat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *