Minggu, 23 September 2018
PEWARTA : HERMAN
BENGKULU UTARA – Petugas Satpol PP Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), bersama aparat kepolisian Minggu (23/9) dini hari, gelar razia gabungan dengan sasaran hotel dan warung remang-remang (Warem), di wilayah hukum Polsek Pondok Kelapa. Razia tersebut didampingi oleh personil dari Polisi Militer (PM) Kota Bengkulu, dikomandani Lettu Suprianto.
Kegiatan razia yang dipimpin oleh Kasatpol PP Benteng itu, digelar sejak pukul 00.30 WIB hingga pukul 02.00 WIB, salah satu sasarannya adalah cotage dan warem di seputaran Sungai Suci. Pihak Satpol PP Benteng menerjunkan 15 personil didampingi 6 orang aparat Kepolisian, dan 3 personil PM.
Dari operasi tersebut petugas berhasil mengamankan 9 orang, terdiri dari 3 wanita dan 6 orang laki-laki. Salah seorang dari tiga wanita tersebut, merupakan mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Bengkulu.
Lantaran para lelaki dan wanita tersebut menolak untuk diamankan oleh petugas, sehingga terjadi aksi kejar-kejaran di lokasi warem. Mereka bersikeras menolak untuk dibawa ke kantor Pol PP Provinsi Bengkulu. Namun, tidak menimbulkan keributan, situasi dapat teratasi dan terkendali.
Selain melakukan razia, tindakan yang dilakukan oleh petugas memberikan pengarahan kepada para pemilik warem dan pelayannya, agar tidak mengulangi lagi kegiatan serupa di lokasi tersebut. Dan tidak melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi WN, SH, SIk, MM, melalui Kasat Reskrim AKP M Jufri SIk kepada awak media melalui pesan WhatsApp, mengatakan, Target razia adalah administrasi perhotelan atau penginapan, termasuk Cotage, serta lokasi warung yang kerap dijadikan tempat untuk minum minuman keras, senjata tajam serta penyalahgunaan narkoba.
“Sekalipun sempat terjadi aksi kejar-kejaran, razia berjalan dengan lancar, aman dan terkendali, situasi tetap terjaga dan kondusif,” kata Kasat.
Sementara itu, 9 orang yang berhasil diamankan antara lain berinisial, Fe (19), belum bekerja, kemudian Ni (22) mahasiswi, Je (21), karyawan, Ce (20) karyawan, Fi (23) karyawan, Na (25) karyawan, Ro (23) karyawan, Ri (23) karyawan, dan Oj (24) juga karyawan.
























