Bengkulu UtaraHeadlineHukum dan Kriminal

Antar Anak Sekolah, Ayah Malang Ini Hanyut Di Sungai Dan Belum Diketemukan

408
×

Antar Anak Sekolah, Ayah Malang Ini Hanyut Di Sungai Dan Belum Diketemukan

Sebarkan artikel ini

Jumat, 12 Oktober 2018
Pewarta : Herman

BENGKULU UTARA – Pagi Jumat sekitar pukul 6.30 WIB, P Manalu (38) hendak mengantar anaknya ke tempat penjemputan Bus sekolah. Niat sang ayah agar tidak terjadi apa-apa terhadap anaknya ketika menyeberangi sungai Air Lelangi, maka ia menyeberang sendiri lebih dulu dengan sepeda motornya. Itu dilakukan dengan maksud setelah sepeda motor tiba diseberang ia akan kembali menjemput dan menggendong anaknya. Naasnya sebelum niat itu tercapai, ia hanyut terseret arus sungai.

Kronologi diceritakan putrinya, diperkirakan debet air saat itu cukup tinggi, sekitar 75 cm dari crossing, dan arusnya sangat deras.  Setibanya korban ditengah crossing dorongan air semakin deras dan licin. Sehingga membuat korban tergelincir dan terseret arus. Menyaksikan ayahnya terseret arus air, anaknya Reni Manalu (15) kontan berteriak sambil menangis menuju Camp Divisi II untuk meminta bantuan warga serta memberitahukan kepada ibunya.

Mendapat kabar dari anak korban, secara serentak warga dan karyawan PT AAUSE menuju TKP untuk membantu menyelamatkan korban. Namun, dengan dibantu Personil Polsek Napal Putih, Babinsa juga Koramil Ketahun korban belum berhasil ditemukan. Rombongan yang tengah berusaha keras melakukan pencarian hanya menemukan sepeda motor Yamaha Vixion hitam yang dikendarainya dan sepasang sendal milik korban.

Hingga berita ini tiba di meja redaksi kontrastoday.com, rombongan yang terdiri dari karyawan PT Alno Agro Utama Sumindo Estate (AAUSE), TNI, Polri dan warga yang berjumlah sekitar 120 orang bersama tim medis dari Puskesmas Desa Tanjung Harapan belum dapat menemukan korban.

Korban yang mengalami nasib naas ini merupakan salah seorang karyawan berstatus PHL di PT AAUSE, pagi itu berangkat dari rumahnya yang berada di Cam Divisi II Air Niru, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Ulok Kupai, seperti biasa mengantar anaknya yang masih duduk di bangku kelas II SMP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *