Bengkulu UtaraHeadline

Tinggal Sendiri di Bangunan Nyaris Roboh, Nenek 74 Tahun Ini Derita Gangrene

238
×

Tinggal Sendiri di Bangunan Nyaris Roboh, Nenek 74 Tahun Ini Derita Gangrene

Sebarkan artikel ini
Foto : Nenek Mulya, penderita Gangrene

Rabu, 7 November 2018
Pewarta : Herman

BENGKULU UTARA – Miris dan iba, perasaan itu yang terbersit, saat awak media ini menyaksikan kondisi sang nenek, Mulya, yang sudah berusia 74 tahun. Betapa tidak, ia hanya tinggal sendiri di bekas bangunan PPL Dinas Perkebunan di Desa Suka Rami. Selain kondisi atap yang bocor, bangunan tersebut nyaris rubuh. Sedangkan sang nenek dalam keadaan sakit, mengidap Gangrene atau pembusukan jaringan.

Menurut keterangan Ketua BPD Sukarami, Kecamatan Air Padang, Kabupaten Bengkulu Utara, Buyung Tarmizi, nenek Mulya memang lebih memilih tinggal sendiri di bangunan tak terpakai tersebut. Namun dalam beberapa hari terakhir, kata dia nenek Mulya tidak pernah muncul. Maka ia berinisiatif menjenguk, ditemukannya nenek dalam keadaan terkulai lemas.

“Biasanya nenek Mulya datang kerumah sekedar bersilaturahim, setelah beberapa terakhir tidak muncul, lantas istri saya mencoba menjenguknya. Setelah digedor pintu tidak ada respon, kami buka pintu secara paksa. Ternyata nenek sudah lemas karena belum makan dan kakinya bengkak bernanah,” tutur Buyung.

Melihat kondisi demikian, Buyung Tarmizi bergegas mengabarkan kepada anak-anaknya untuk dapat segera dibawa ke rumah sakit. Ia juga berharap bila ada program bantuan pemerintah supaya diperuntukkan bagi sang nenek agar dapat menjalani pengobatan lebih baik.

Sementara itu, anak dari nenek Mulya, Juryawati dijumpai saat ia mendampingi sang nenek di RSUD Arga Makmur, malah menyebutkan, dia telah berupaya membujuk agar ibunya itu mau tinggal bersamanya. Namun Sang nenek selalu menolak dan lebih memilih tinggal di bangunan reot yang hampir roboh itu.

“Kami anak anaknya mau mengajak tinggal dengan kami tapi beliau tidak mau, mungkin apabila bangunan PPL itu dirobohkan baru ia mau ikut dengan kami. Soal biaya pengobatan kami menggunakan KIS,” tutur anaknya juryawati.

Sayangnya, menurut pengakuan mantan Kades Sukarami, Aryanto, sejak ia tidak menjabat Kades, bantuan dari dinas sosial tidak lagi diperoleh oleh sang nenek.

“Pada masa jabatan saya nenek Mulya ini terdaftar sebagai penerima bantuan dari dinas sosial. Tapi saat ini, ia tidak dapat lagi, malahan yang lebih muda dan masih sehat mendapatkan bantuan,” kata Aryanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *