Bengkulu UtaraHeadlineHukum dan Kriminal

Pulang Ambil Bantuan PKH, Wanita Paruh Baya Ini Temukan Suaminya Tewas Gantung Diri

302
×

Pulang Ambil Bantuan PKH, Wanita Paruh Baya Ini Temukan Suaminya Tewas Gantung Diri

Sebarkan artikel ini
Suasana di rumah duka

Kamis, 15 November 2018
Pewarta : Herman

BENGKULU UTARA – Kejadian tragis dialami oleh keluarga petani di Desa Lubuk Gading, Kecamatan Tanjung Agung Palik (TAP), Kabupaten Bengkulu Utara. Betapa tidak, sepulangnya sang istri dari mengambil bantuan PKH, ia menemukan suaminya telah tewas gantung diri di pondok kebun. Kejadian tersebut diperkirakan sekitar pukul 10.30 WIB, Kamis (15/11).

Diceritakan sang istri, Inam (50), sekira pukul 8.00 WIB pagi kamis, ia pamitan kepada suaminya (korban-red) untuk pergi sebentar mengambil bantuan program keluarga harapan (PKH). Sekira pukul 10.00 WIB, ia pulang kerumah, namun tidak menemukan suaminya.

Setelah dicari seputaran rumah tidak ada, ia berinisiatif melihat ke kebun. Betapa terkejutnya Inam, menyaksikan suaminya Kalimasyah (58) sudah tewas dalam posisi tergantung di pondok kebunnya, menggunakan seutas tali nilon berwarna orange.

Dengan perasaan yang berkecamuk antara sedih dan bingung, ia meminta bantuan warga sekitar untuk menurunkan jasad sang suami dari gantungan. Setelah diturunkan langsung dibawa pulang ke rumah duka.

Dugaan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan oleh pihak aparat Polres Bengkulu Utara, meninggalnya korban murni akibat gantung diri. Sebab tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Pada tubuh korban tidak di temukan adanya tanda-tanda kekerasan. Dan pihak keluarga sudah mengiklaskan kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menolak untuk dilakukan visum, dituangkan dalam surat pernyataan penolakan otopsi,” ungkap Kasat Reskrim Polres BU, AKP M Jufri SIK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *