Bengkulu UtaraHeadlineHukum dan Kriminal

Kebakaran Diduga Akibat Konsleting Listrik Makin Kerap Terjadi, Kali Ini Menghanguskan Gedung PAUD

604
×

Kebakaran Diduga Akibat Konsleting Listrik Makin Kerap Terjadi, Kali Ini Menghanguskan Gedung PAUD

Sebarkan artikel ini

Sabtu, 29 Desember 2018
Pewarta : Herman

BENGKULU UTARA –  Kejadian kebakaran yang meluluh lantakkan dan menghanguskan rumah serta harta benda, yang diduga akibat dari hubung pendek arus listrik atau konsleting kian kerap terjadi. Kali ini pada Sabtu (29/12/2018), gedung PAUD Wijaya Kesuma, di Desa Samban Jaya, Kecamatan Batik Nau, Bengkulu Utara Ludes terbakar. Kejadian ini diperkirakan pukul 15.05 WIB.

Menurut penjelasan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Batik Nau, Polres BU, yang mendapatkan keterangan dari Wahyuni selaku saksi dari kejadian tersebut dan saksi berdomisili tidak jauh dari lokasi kejadian, sumber api katanya berasal dari bagian belakang, kemudian merembet kebagian bangunan lainnya.

“Setelah melihat asap mengepul, Ibu Wahyuni segera memberitahukan kepada warga sekitar untuk segera menyelamatkan barang-barang berharga,” kata Kapolsek Batik Nau, Ipda. Maulana.

Menurut Kapolsek, kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta. Dan aparat kepolisian juga ikut berupaya bersama warga untuk memadamkan api, terutama melakukan antisipasi merembetnya kobaran api ke bangunan lainnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah PAUD Wijaya Kesuma, Uyik kepada kontrastoday.com mengatakan semua barang berharga termasuk perlengkapan belajar anak-anak PAUD ludes terbakar, alias tidak ada yang dapat diselamatkan.

“Semuanya ludes terbakar, sekalipun secara bersama-sama, warga telah berupaya keras untuk membantu menaklukkan api disamping pemadaman yang dilakukan oleh unit Damkar. Namun tidak ada korban dalam kejadian ini,” kata Uyik.

Menanggapi kejadian kebakaran yang kerap disebutkan akibat dari hubung pendek arus listrik ini, salah seorang pemerhati dan penggiat bidang kelistrikan mengungkapkan, setiap bangunan yang dipasang instalasi listrik dan perlengkapan sebelum dipasang alat pengukur dan pembatas, terlebih dulu wajib memiliki sertifikat Laik Operasi (SLO).

“Sayangnya, di Bengkulu Utara, pihak PLN sedikit lalai dalam menertibkan para petugas dari lembaga penerbit SLO ini. Ditengarai, banyak sertifikat yang diterbitkan tanpa terlebih dahulu melakukan pemeriksaan instalasi secara seksama,” kata dia.

Jika terjadi kebakaran seperti ini, lantas kata dia, pihak mana yang mau bertanggung jawab, sementara kerugian harta benda yang diakibatkan sangat besar nilainya. Bahkan merupakan fasilitas yang menyentuh langsung kepada kepentingan umum seperti PAUD.

Namun khusus untuk dugaan penyebab kejadian kebakaran gedung PAUD Wijaya Kesuma di Samban Jaya, Batik Nau ini, aliran listrik di desa ketika itu sedang padam. Sehingga kecil kemungkinan penyebab kebakaran berasal dari terjadinya konsleting. Namun hal ini masih didalami oleh pihak kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *