Ini Pengakuan Pelaku Pencabulan Terhadap 8 Gadis Belia

0
473
Foto Ilustrasi

Kamis, 04 April 2019
Pewarta : Admin

KONTRAS BENGKULU UTARA – Setelah diringkus oleh jajaran Polres Bengkulu Utara bersama Polsek Batik Nau, Selasa (2/4/2019) pelaku pencabulan terhadap 8 gadis belia, SW (44) mengaku akhir tahun 2018 lalu sering merasa seperti kerasukan sehingga ia nekad melakukan pencabulan terhadap anak-anak.

Diceritakan SW, pernah suatu malam saat ia pulang melihat anaknya sedang tidur pulas dikamarnya, dihampirinya anak kandungnya yang masih gadis belia itu kemudian ia raba-raba bagian dada anaknya, anaknya terbangun dan memergoki ada ayahnya dikamar tidurnya.

“Anak saya terbangun, kemudian saya suruh pindah tidur bersama ibunya,” aku SW.

Kapolres Bengkulu Utara, AKBP. Ariefaldi Warganegara, SH, SIK, MM melalui Kasat Reskrim AKP. M. Jufri, SIK, kepada awak media menyampaikan menurut pengakuan SW korbannya ada 8 orang gadis belia usia 8 – 10 tahun masih pelajar Sekolah Dasar yang satu desa dan bertetangga dengan pelaku.

Dijelaskan Jufri, SW warga Desa Air Manganyau yang berprofesi sebagai petani ini dikalangan masyarakat dinilai sebagai penyayang anak, dan sebagai guru bimbingan belajar gratis kepada anak-anak saat mau mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR).

Ditambahkan Jufri, pada saat mengajar atau anak-anak sedang mengerjakan PR, disanalah SW mulai menggerayangi anak-anak, ada yang diraba dibagian dada, ada juga yang diraba dibagian vitalnya, ini dilakukan SW dirumahnya dan dirumah korban.

Aksi pelaku terbongkar setelah salah satu korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada keluarga, setelah mencuat sejumlah warga membuat pengakuan anak-anaknya ikut menjadi korban asusila serupa.

Pelaku yang saat ini menjadi tahanan aprat Polres Bengkulu Utara terancam UU Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here