Bukan Hanya Serobot Lahan Warga, PT. SIL Juga Diduga Membuang Limbah Cair Berbahaya Kealiran Sungai

0
253

Sabtu, 11 Mei 2019
Pewarta : Admin

BENGKULU UTARA – Salah satu perusahaan besar di Bengkulu Utara, PT. Sandabi Indah Lestari (SIL) yang bergerak dibidang usaha perkebunan kelapa sawit diduga tidak hanya beroperasi dengan merambah 648 hektar Hutan Produksi (HP) Air Bintunan Register 71 dan diduga telah menyerobot lahan warga tanpa ganti rugi sepeserpun seperti diberitakan dimedia online Kilasbengkulu.com, Rabu, 8 Mei 2019.

Selain apa yang telah diberitakan Kilasbengkulu.com, PT. SIL juga selama bertahun-tahun ditengarai telah dengan sengaja melakukan tindak pidana pencemaran lingkungan sebagaimana diatur dalam UU No. 32 Tahun 2009 dengan cara diam-diam membuang limbah cair sisa produksi pengolahan CPO ke sungai Selamai Desa Lubuk Banyau Kecamatan Padang Jaya.

Dari data yang berhasil dihimpun Kontrastoday.com diduga PT. SIL telah mengelabui pihak-pihak terkait untuk membuang limbah yang belum layak dibuang kesungai dengan cara menanam pipa tersembunyi untuk membuang langsung limbah cair berbahaya ke aliran sungai pada saat curah hujan tinggi.

Membuang limbah cair POME (Palm Oil Mill Effluent) yang dihasilkan pabrik kelapa sawit berasal dari Kondensat Rebusan, Air Hidrosiklon, dan Sludge Separator yang merupakan sisa buangan yang memiliki daya pencemaran yang tinggi karena kandungan organiknya dengan nilai Biological Oxygen Demand (BOD) berkisar 18.000 sampai 48.000 mg / liter air. Sedangkan mutu limbah cair yang dapat dialirkan kesungai adalah BOD nya 3500 hingga 3000 mg / liter air, minyak dan lemak kurangebih 600 mg / liter, plus pH kurang lebih 6.

Karena diduga telah membuang limbah cair yang dapat mencemarkan lingkungan, PT. SIL telah melanggar Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here