Bengkulu UtaraDaerahHeadline

Aksi 22 Mei Membuat Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat BU Merasa Prihatin

252
×

Aksi 22 Mei Membuat Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat BU Merasa Prihatin

Sebarkan artikel ini

BENGKULU UTARA, kontrastoday.com – Aksi yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat pada 21 dan 22 Mei menolak hasil Pemilu 2019 di Jakarta diduga telah disusupi oleh orang-orang tidak bertanggung jawab sehingga memicu kerusuhan, yang membuat tokoh masyarakat dan tokoh agama menjadi sangat prihatin.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKSAG) Kabupaten Bengkulu Utara Drs. M. Sibarani kepada media ini, Senin (27/5/2019) merasa sangat prihatin atas terjadinya aksi 22 Mei yang sempat merusak infrastruktur dan menimbulkan bentrok sehingga melukai aparat keamanan. Menurutnya masyarakat seharusnya kembali bersatu setelah proses pemilu dan aksi semacam itu seharusnya dihindari.

“Kita mengecam keras kerusuhan yang dilakukan oleh para perusuh, karena dapat merusak stabilitas keamanan Negara Republik Indonesia,” ujar ketua Sibarani.

Secara terpisah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkulu Utara, Jaya Rachmad, SE memberikan apresiasi yang tinggi kepada TNI Polri yang telah sabar menjaga dan mengamankan jalannya Pemilu 2019 hingga sampai pengamanan aksi 22 Mei.

“Kami sangat salut dengan anggota TNI Polri yang dengan sabar mengamankan jalannya aksi, kami akan terus mendukung TNI Polri dalam menjaga NKRI, semoga mereka diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkasnya. (he27)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *