Kata Slamet : Satgas Jalan Diwakili Oleh Kelompok-kelompok Masyarakat Yang Menadahkan Kaleng-kaleng

0
88

Selasa, 18 Juni 2019
Pewarta : Herman Eryudi

KONTRAS BENGKULU UTARA – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bengkulu Utara dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bengkulu Utara sempat menuai protes setelah tampilnya juru bicara Fraksi Partai NasDem DPRD Bengkulu Utara pada Selasa (18/6/2019).

Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Bengkulu Utara, Slamet Waluyo Sucipto, SH dengan lantangnya menyuarakan sejumlah ketidak beresan organisasi perangkat daerah (OPD) di daerah ini yang menurut dia, selain tidak dapat menyelesaikan sejumlah persoalan juga lamban.

Diantara yang diungkapkan Slamet, menyayangkan sikap lamban pemerintah kabupaten dalam menangani jembatan Gunung Selan Kecamatan Arga Makmur, karena menurutnya itu akses prinsip, akses yang sangat penting, akses ekonomis yang menghubungkan beberapa kecamatan dan kabupaten lain.

Ditambahkan Slamet, pemerintah kabupaten semestinya begitu terjadi kejadian itu segera mengambil langkah, bukan memberikan ruang untuk terjadinya pemanfaatan situasi.

“Kenapa kami katakan demikian mengambil langkah yang kami maksud. Didaerah ini ada yang namanya dana cadangan, kemudian didaerah ini ada juga yang namanya perda tentang TJSLP (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan) dimana terdapat lima perusahaan besar di Bengkulu Utara ini yang relatif menggunakan jalan dan fasilitas daerah,” tambah Slamet.

Dikatakan Slamet, apakah tidak mungkin atau tidak terpikirkan bagaimana seandainya pelaksanaannya menggunakan dana darurat plus dana dari TJSLP untuk bisa mengantisipasi dan menyelesaikan permasalahan, tapi kenyataannya tidak dilakukan oleh pemerintah daerah sehingga pemerintah daerah lebih enjoy melaksanakan langkah dengan mengalihkan arus jalan melalui Desa Kuro Tidur, Senali, Taba Tembilang.

“Pertanyaan besarnya, kemana satgas jalan Kabupaten Bengkulu Utara, kalau dulu diawal – awal periode bupati kita saksikan begitu getolnya satgas jalan ini, jalan tidak berlubangpun ditambal, cuma disaat dibutuhkan oleh daerah ini satgas jalan diwakili oleh kelompok-kelompok masyarakat yang menadahkan kaleng – kaleng,” pungkas Slamet.

(ADVERTORIAL)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here