Tikam 2 Anggota Polri, Warga Bengkulu Tengah Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

0
138
Kasat Reskrim Polres BU, AKP. Jery Antonius Nainggolan, SIK dan Paur Humas, Ipda. Nofriyanti saat press release.

KONTRAS BENGKULU UTARA – Saat melakukan pengamanan musyawarah di kantor Camat Pagar Jati Kabupaten Bengkulu Tengah, Jum’at (14/6/2019) Bripda Reyvaldo dan Bripda Lepriansyah menjadi korban penikaman yang dilakukan ES (30)

Ketiga warga Desa Taba Renah Kecamatan Pagar Jati yakni ES (30), TR (38), dan AR telah resmi ditetapkan berstatus tersangka karena telah melakukan pengacaman dan penikaman 2 anggota polri.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP. Ariefaldi Warganegara, SH, SIK, MM melalui kasat reskrim AKP. Jery Antonius Nainggolan, SIK pada Press Release Selasa (18/6/2019) di Mapolres Bengkulu Utara mengatakan keyiga pelaku tersebut telah ditetapkan menjadi tersangka dan terancam dengan hukuman penjara 10 tahun.

“Motifnya minta kades untuk mundur, untuk pelaku penikaman adalah ES, sedangkan TR dan AR juga melakukan pengancaman dengan membawa parang dan pisau,” kata kasat Reskrim

Dalam pengakuan ES kerusuhan tersebut bermula dari informasi oknum anggota BPD desa setempat yakni TR, yang menyebutkan harimau telah turun kedesa karena telah marah, penyebabnya karena Kades Taba Renah telah mengotori desa setempat dengan kasus asusila.

Saat musyawarah berlangsung menuntut Kades Taba Renah, Sunarno untuk mundur dari jabatannya. ES yang tersulut emosi mengancam akan membunuh Kades dengan membawa sebilah pisau dan parang yang telah disiapkannya sejak dari rumah.

Sayangnya saat pelaku berusaha ditenangkan aparat, pelaku ES mencabut pisau yang diselipkan dipinggang berhasil melukai 2 anggota polisi.

“Kata kakak saya TN, harimau lah turun ke desa gara – gara desa lah kotor akibat ulah kades, itulah kami mintak mundur. Saya mengaku khilaf pak dan tak sengaja, saya mengaku salah,” sesal pelaku ES.

Editor : Herman Eryudi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here