Bela Petani Sawit dan Karet, Bupati Bengkulu Utara Ir Mian Surati 2 Perusahaan

0
294

KONTRASTODAY.COM, Bengkulu Utara Menyikapi keluhan masyarakat petani sawit dan karet karena adanya surat pemberitahuan dari PT. Bio Nusantara Teknologi (BNT) dan PT. Batanghari Bengkulu Pratama (BBP) tentang penghentian operasional pabrik dan tidak menerima pembelian Tandan Buah Segar (TBS) sawit, dan karet dari masyarakat petani, Bupati Bengkulu Utara, Ir. H. Mian langsung menyurati 2 perusahaan tersebut.

Bupati Mian dalam suratnya mohon kepada Direktur PT. BNT dan PT. BBP untuk dapat meninjau kembali kebijakan tersebut guna menghindari timbulnya dampak yang lebih besar bagi masyarakat khususnya pendapatan sehari-hari petani kelapa sawit dan karet yang saat ini sedang menghadapi kesiapsiagaan terhadap penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).

“Atas keluhan dari masyarakat dan asumsi perkiraan dampak ekonomi bagi masyarakat/petani. Hari ini saya telah menyurati 2 pabrik yaitu pabrik karet dan sawit untuk meninjau kembali rencana penutupan operasional pabrik,” kata Bupati Mian.

Dikarenakan meluasnya penularan Covid-19, PT. BNT menghentikan penerimaan TBS dari masyarakat per tanggal 29 Maret 2020. Begitu juga dengan PT. BBP akan menutup operasional pabrik dan menghentikan penerimaan karet masyarakat per 01 April 2020.

Penghentian penerimaan hasil perkebunan masyarakat ini telah menimbulkan keresahan di masyarakat karena mayoritas masyarakat Bengkulu Utara penghasilannya dari perkebunan kelapa sawit dan karet.

Bupati Mian berharap PT. BNT dan PT. BBP untuk tetap buka dan bisa menerima sawit dan karet dari petani, tapi dengan menerapkan standard protokol kesiapsiagaan Covid-19.

Surat Bupati Mian yang ditujukan ke 2 perusahaan tersebut juga di tembuskan kepada Menteri Dalam Negeri, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Gubernur Benhkulu dan DPRD.

“Saya minta agar 2 perusahaan ini bisa mengubah keputusan mereka dan menerima hasil komoditi petani dengan catatan tetap terapkan standard protokol kesiapsiagaan Covid-19. Ini memang mausibah kita bersama namun masih ada cara lain agar masyarakat tidak resah dengan penjualan hasil komoditi mereka,” demikian Mian.

Editor : kontrastoday.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here