Salah Satu Oknum Kepala Sekolah SMPN BU, Diduga Jual Aset

0
82

KONTRASTODAY.COM, Bengkulu Utara Kegiatan belajar mengajar adalah hal yang sangat penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dan didukung adanya gedung yang berkualitas serta bangunan sekolah agar menunjang dan menjadi sarana pendukung untuk kenyamanan dalam kegiatan belajar mengajar, seperti juga hal nya yang terjadi di SMPN 08 Bengkulu Utara ini.

Tahun 2019 lalu sekolah ini mendapatkan program DAK ( Dana Alokasi Khusus) swakelola sebesar 637 juta rupiah lebih, dengan rincian untuk rehabilitasi 3 ruang kelas senilai 255 juta rupiah dan pembangunan ruang Laboratorium IPA senilai 382.500.000 rupiah.

Tetapi ironisnya, setelah dilakukan pembongkaran untuk pelaksanaan rehab ruang kelas, aset yang sudah diturunkan berupa seng, diduga dijual oleh oknum Kepala Sekolah yang berinisial “Z” tersebut. Tentu kejadian ini menjadikan tanda tanya dikalangan dewan guru.

Salah seorang guru yang mengajar di SMPN itu mengatakan, lebih kurang 25 kodi seng bekas bongkaran diduga telah dijual oleh oknum Kepala Sekolah kepada warga yang tinggal disekitar sekolah. Dan uang hasil dari penjualan seng tersebut tidak jelas dikemanakan oleh oknum kepala sekolah.

“Tanpa adanya musyawarah dengan dewan guru, diduga seng tersebut telah dijual oleh kepala sekolah sekira bulan Oktober 2019 lalu, sebelum serah terima selesai pekerjaan,” kata guru tersebut, Selasa (21/04/2020).

Kemudian kata guru tersebut, para dewan guru semula berniat mau membeli seng-seng tersebut dengan harapan uangnya bisa dimanfaatkan untuk keperluan sekolah, tapi tidak dikasih oleh kepala sekolah.

Ditambahkannya, rehabilitasi 3 ruang kelas dan pembangunan laboratorium IPA yang menghabiskan dana DAK senilai 600 juta lebih, terkesan dikerjakan asal jadi tanpa mengedepankan mutu dan kualitas.

“Plafon yang dulu direhab sekarang sudah banyak yang bocor, kemudian lantai keramik yang rusak tidak diganti tapi hanya ditambal, serta masih banyak lampu-lampu yang belum dipasang,” tambahnya.

Menyikapi semua ini, kami berharap kepada pihak aparat penegak hukum untuk dapat melakukan penyelidikan atas permasalahan ini, jika nanti sampai keranah hukum, kami siap untuk menjadi saksi, pungkas guru tersebut.

Editor : kontrastoday.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here