banner 728x250
Bengkulu UtaraDaerahHeadline

BKAD Cari Solusi Untuk Mengatasi Tunggakan Pajak Kendaraan Dinas Bengkulu Utara

245
×

BKAD Cari Solusi Untuk Mengatasi Tunggakan Pajak Kendaraan Dinas Bengkulu Utara

Sebarkan artikel ini

KONTRASTODAY.COM, Bengkulu Utara Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bengkulu Utara tengah mencari solusi terkait tunggakan pajak kendaraan dinas (Kendis) sejak Tahun 2012 sampai sekarang. Meski lelang salah satu cara yang lebih efektif untuk menghapus tunggakan pajak kendis yang sudah bertahun-tahun. Hal itu pun bukan pula solusi yang jitu.

“Saat ini kita lagi berusaha, mencari solusinya seperti apa, pajaknya seperti apa. Misalkan dilelang, cuma lelang juga bukan menjadi solusi. Karena kenapa, saat kita lelangkan, iya kalau laku terjual. Kalau tidak laku bebannya masih kembali ke daerah,” kata Kabid Aset BKAD Bengkulu Utara, Ricky Wijaya, S.STP, Jum’at (16/072021).

Saat ingin melelang kendis ini, tentunya juga memiliki secara administrasi yang lengkap. Dalam artian masa manfaatnya sudah nol, nilai pembukuannya sudah nol kemudian kondisi barangnya sudah rusak berat.

“Tinggal lagi usulan SKPD ke kami, namun ada juga SKPD tetap memperbaiki kendaraan saja, pajaknya tidak diurus,” ujar Ricky.

Dicontohkan Ricky, kendis Ford Escape yang pernah dilelang namun tidak laku, sekarang posisinya mesti dilelangkan sekali lagi. Mekanismenya memang seperti itu, lelang dua kali terlebih dahulu, kalau tidak juga laku maka akan dijual langsung.

Kondisinya sekarang kendis yang tidak laku dilelang tersebut sudah dikandangkan, dan itu pun menunggak pajak semua.

“Bayangkan saja pajak kendis seperti Escape, jenis mobil mewah dan pajaknya lumayan mahal. Nah itu salah satu tunggakan kita sampai sekarang dan menghapuskannya bagaimana,” jelas Ricky.

Mau dihapuskan begitu saja tidak bisa, mangkanya mesti dilelangkan satu kali lagi dan barulah dilakukan penjualan langsung. Itupun kalau ada yang mau, kalau tidak ada yang mau gantung lagi.

Sebenarnya ini dilema juga, data yang dari Samsat dan dengan data terbaru bidang aset agak berbeda. Jadi pihaknya lebih memfilterisasi lagi SKPD-nya. Terakhir kendis ini dimana posisinya.

“Solusinya yang paling mendekati itulah lelang, dan lelang itupun tidak juga bisa menjamin, seperti yang saya ungkapkan tadi kalau laku habis, kalau tidak masih menjadi beban kita,” tandas Ricky. [ADV]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *