Bengkulu UtaraDaerahHukum dan Kriminal

Alasan Untuk Usaha, 2 Unit Motor Mertua Dijual

367
×

Alasan Untuk Usaha, 2 Unit Motor Mertua Dijual

Sebarkan artikel ini

KONTRASTODAY.COM – Alasan untuk usaha 2 unit kendaraan yang dipinjamkan mertuanya bernama Rahidin asal Desa Aturan Mumpo, Kecamatan Pematang Tiga Kabupaten Bengkulu Tengah, dijual ke Kabupaten Empat Lawang, Sumsel oleh menantu inisial JI alias Jo (19) asal Lubuk Linggau.

Kapolres Bengkulu Utara Polda Bengkulu AKBP Andy Pramudya Wardana, S.IK., M.M melalui Kasat Reskrin Polres BU yang disampaikan kepada awak media oleh KBO Reskrim Ipda Edi Permana didampingi Kasi Humas Iptu Asnawi mengungkapkan, kejadian pertama pada 15 September 2021 lalu, kemudian yang kedua pada Juli 2022.

Dijelaskan Iptu KBO Reskrim, pada Rabu (15/09/2021) pelapor (Rahidin) meminjamkan motor Honda Beat untuk usaha jual sayuran. Namun baru saja seminggu pelapor menyebut ingin ganti usaha jual ikan. Oleh pelapor diberikan modal berupa uang sebesar Rp 1 Juta.

Namun, kata Ipda Edi Permana, motor tersebut malah dibawa ke Empat Lawang lalu dijual seharga Rp 4,5 Juta kepada warga Desa Tanjungning, Kecamatan Saling. Uang hasil penjualan motor tersebut, menurut pengakuan pelaku, habis digunakan untuk kebutuhan selama di Pendopo Lintang.

Kemudian, lanjut Ipda Edi, sekira bulan juli ia kembali menemui istrinya di Desa Sawang Lebar Ilir. Ia dipinjami lagi sepeda motor Supra Fit, yang katanya untuk usaha mengangkut sawit dan karet.

“Usaha ini hanya berjalan selama 2 minggu. JI alias Jo kembali mengatakan kepada istrinya ingin ganti usaha jual madu ke Mukomuko, yang langsung disetujui oleh istrinya,” terang Edi Permana, selasa 25 Oktober 2022.

Ternyata sepeda motor Supra Fit tersebut juga dibawa ke Lintang Empat Lawang lalu dijual seharga 3,5 Juta. Uang hasil penjualan Supra Fit ini menurut terduga pelaku digunakan untuk kontrakan dan kebutuhan sehari-hari selama di Lintang.

Proses Penangkapan

Pada Sabtu 22 Oktober 2022, sekira pukul 13.00 WIB, JI alias Jo bermaksud pulang menemui istri dan anaknya di Sawang Lebar Ilir. Dia istirahat di Kerkap, Kecamatan Air Napal dan menelepon istrinya minta bertemu di dekat mesjid.

“Pada saat JD tiba di dekat mesjid, rombongan keluarga mertuanya sudah menunggu dan JD langsung dibawa ke Polsek Air Besi. Kemudian diamankan di Mapolres BU,” ungkap Ipda edi permana.

Atas kejadian itu korban mengaku menderita kerugian sebesar Rp 16,7 Juta lebih dan saat ini terduga pelaku telah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. [**]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *