Polisi Tahan Terduga Penipuan Arisan Online di Bengkulu Utara

KONTRASTODAY.COM – Owner arisan online yang berstatus sebagai ibu rumah tangga inisial RK (33) warga Jl Husni Thamrin, Kelurahan Purwodadi, Arga Makmur Bengkulu Utara, ditetapkan tersangka dan ditahan oleh kepolisian resor (Polres) Bengkulu utara.

Dia ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus mengadakan arisan online “DUOS’ dan arisan “FLAT” yang menelan sejumlah korban di daerah tersebut.

Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Andy Pramudya Wardana, S.IK., M.M pada Press Conference Senin (31/10/202) mengungkapkan, tindak pidana penipuan dan penggelapan ini terjadi antara Februari hingga April 2022 di Desa Karang Anyar II, Kecamatan Arga Makmur, Bengkulu Utara.

Dijelaskan Kapolres, pada saat jatuh tempo sebagaimana disampaikan oleh tersangka, ternyata korban tidak menerima pembayaran. Bahkan pada bulan April 2022 arisan mengalami kendala alias macet. Menurut keterangan salah seorang korban inisial WT, dia menderita kerugian mencapai 100 Juta Rupiah lebih.

“Modus operandi, berawal ketika korban melihat postingan di medsos sekitar awal Desember 2021 lalu. Korban berminat mengikuti yang kemudian komunikasi berlanjut melalui pesan Chat, telepon dan WhatApps,” terang Kapolres, Senin.

Pada awalnya, kata Kapolres, sempat berjalan lancar. Kendala mulai terasa sejak bulan Maret 2022, korban mentransfer ke rekening tersangka. Namun setelah tiba waktu jatuh tempo, tersangka tidak melakukan pembayaran.

Selain itu WT, lanjut Kapolres, masih ada 3 laporan serupa. Posisi korban serta waktu kejadiannya berbeda.

“Tersangka dipanggil pada Selasa 25 Oktober lalu, setelah diperiksa langsung ditetapkan sebagai tersangka dan selanjutnya dilakukan penahanan,” ucap Kapolres, didampingi Kasat Reskrim dan Kasi Humas Polres BU. [**]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *