HeadlineHukum dan KriminalMukomuko

Digerebek Berduaan Dikamar Kontrakan, Pasangan Honorer Disanksi Adat dan Sepakat Menikah

218
×

Digerebek Berduaan Dikamar Kontrakan, Pasangan Honorer Disanksi Adat dan Sepakat Menikah

Sebarkan artikel ini

Jumat, 2 November 2018
Pewarta : Yadhi

MUKOMUKO – Dua insan berlainan jenis yang merupakan tenaga honorer di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu pada Kamis (1/11) kemarin digerebek oleh pemuda Desa Ujung Padang, Kecamatan Mukomuko. Pasangan bukan mukhrim ini ditemukan lagi asik berduaan dalam kamar sebuah rumah kontrakan. Diketahui sang lelaki Al (20) adalah tenga honorer di BKD Mukomuko, sedangkan wanitanya yang berusia lebih tua 11 tahun yakni An (31) honorer di Sekretariat Daerah.

Usai digerebek, pasangan ini kemudian digiring ke Kantor Desa Ujung Padang untuk menjalani proses sidang adat. Sidang dihadiri sejumlah pihak diantaranya aparat Kepolisian, TNI, perangkat desa kepala kaum dan tokoh adat. Sidang adat berlangsung hingga pukul 00.05 WIB (2/11).

‘’Pengintaian ini sudah dilakukan selama 3 hari karena ada gerak gerik mencurigakan dari keduanya. Kami mengintai mulai dari depan rumah dinas dekat pemda sekitar habis maghrib dan suasana sedag hujan lebat. Kami langsung mengikuti mereka, tapi sempat kehilangan jejak gak tau kemana arahnya,’’ ungkap salah seorang pemuda yang ikut penggerebekan.

Dia bersama dua orang rekannya terlebih dahulu bertanya kepada warga setempat yang diketahui sebagai pemilik pemilik loundry. Lokasinya tak jauh dari rumah kontrakan An. Setelah mendapat informasi, pihaknya mengintip gerak gerik pasangan itu dan memang benar keduanya dalam kamar.

‘’Setelah kami dapat informasi jelas, langsung mengarah ke kontrakan. Pada saat igu, motor yang dikendarai Al sudah berada dalam kontrakan. Sedangkan motor An masih diparkirkan di teras kontrakan. Kami melihat yang lelaki keluar dari kamar tanpa mengenakan celana,” kata dia.

Sidang adat pun dilangsungkan selama kurang lebih 2 jam. Pasangan itu mengakui bahwa mereka berdua telah melanggar adat berlaku di Desa Ujung Padang. Mereka mengakui telah berbuat kesalahan dan bersedia menerima sanksi adat. Dan sepakat mernikah melalui kesepakatan kedua orang tua, paling lama 3 hari terhitung sejak kejadian. Bersedia membayar denda adat.

Kades Ujung Padang, Yandaryat ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa pemuda melakukan penggerebekan pasangan bukan muhrim di wilayahnya. Hal senada juga disampaikan Ketua Karang Taruna Desa Ujung Padang, Nandes.

‘’Usai digerebek dilakukan sidang adat di kantor desa. Yang berbuat dan melanggar adat harus diberlakukan sanksi adat. Selain denda, pasangan itu tertangkap siang dinikah siang dan tertangkap malam dinikah malam,’’ pungkasnya diamini Ketua Karang Taruna, Nandes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *