Anak Dibawah Umur Akui Kerap Berhubungan Badan, Orang Tua Wanita Lapor Polisi

0
783
Terduga pelaku, tengah menjalani pemeriksaan aparat

Jumat, 2 November 2018
Kontributor : Yofing

LEBONG – Tidak terima anak perempuannya digauli oleh teman lelaki sebayanya sama-sama baru berusia 15 tahun, orang tua atau ibu sang perempuan, warga Kecamatan Lebong Sakti, Kabupaten Lebong, menyampaikan laporan dengan tuduhan terhadap sang lelaki telah menodai anaknya atau melakukan perbuatan asusila ke Polres setempat.

Setelah diamankan dan dimintai keterangannya, lelaki terduga pelaku mengakui telah beberapa kali berhubungan. Kata dia, antara mereka telah menjalin hubungan asmara atau pacaran, sejak Juni 2018 lalu. Perbuatan itu dilakukan tidak ada unsur paksaan, atau suka sama suka.

Kapolres Lebong AKBP. Andree Ghama Putra, SH, S.IK melalui Kasat Reskrim Iptu. Teguh Ari Aji, S.Ik membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, kata kasat terduga pelaku sudah diamankan dan dimintai keterangan, sang wanita pun sudah dimintai keterangan terkait laporan yang diterima pihaknya.

Kepada petugas, korban juga mengakui mereka sudah belasan kali melakukan hubungan layaknya suami istri tersebut, di lima tempat yang berbeda. Dia juga membenarkan, antara dia dan terduga pelaku ada hubungan pacaran.

Kendati demikian, kata Kasat, karena korban masih di bawah umur dan orang tua korban melapor atau tidak terima, maka akan tetap diproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku, pelaku bisa dijerat dengan undang-undang perlindungan anak.

Tahun 2018 ini,  tercatat 9 kasus asusila di wilayah hukum Polres Lebong, meningkat 2 kasus dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 7 kasus. Beberapa kasus terjadi terhadap anak di bawah umur dengan modus pacaran atau diiming-imingi dikasih uang dari pelaku.

Hal ini terjadi menurut Kasat, lantaran kurangnya pantauan orang tua, sehinga pergaulan anaknya lepas kontrol. Dihimbau kepada masyarakat khususnya para orang tua agar lebih memperhatikan anaknya, khususnya yang masih dibawah umur, jangan dulu dibiarkan berpacaran.

“Juga kepada rekan-rekan guru agar lebih memperhatikan para murid, supaya memberi penerian muridnya untuk tidak berpacaran atau berdua-duaan mungkin dengan memberi tugas atau memperbanyak kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat positif,” tandas Kasat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here