HeadlineMukomuko

Masa Berlaku HGU Disebut Hingga 2017, PT Agro Malah Lakukan Replanting

577
×

Masa Berlaku HGU Disebut Hingga 2017, PT Agro Malah Lakukan Replanting

Sebarkan artikel ini

Sikap Pemkab dan Dewan Mukomuko Dipertanyakan

Minggu, 09 September 2018
PEWARTA : YADHI

MUKOMUKO – Persoalan perpanjangan ijin Hak Guna Usaha (HGU) PT. Agro yang sampai saat ini belum ada kejelasan. Beredar informasi, proses perpanjangan tengah diurus pihak perusahaan tersebut sampai ke tingkat pusat. Namun, lahan HGU yang terletak di wilayah Kecamatan Air Dikit malah telah dilakukan replanting atau peremajaan. Bahkan, tanaman sawit yang baru ditanam mulai tumbuh besar.

Sementara, masa berlaku izin HGU diketahui telah habis per 2017 lalu. Hal itu dinilai bakal berdampak buruk, karena selama ini masyarakat menolak perpanjangan HGU. DPRD dan Pemkab Mukomuko dituntut menindaklanjuti dan memberikan kejelasan.

Menurut Direktur Ekskutif LSM Kompas Mukomuko, Musfar Rusli, sampai saat ini masalah perpanjangan HGU serta replanting yang dilakukan, tidak diketahui secara pasti. Untuk itu, pihaknya mempertanyakan sikap DPRD Mukomuko dan Pemkab Mukomuko.

”Apa dasar PT. Agro melakukan replanting. Kita minta DPRD menyikapi masalah itu dan mempertanyakan kepada Bupati Mukomuko, terkait izin dan rekomendasi perpanjangan HGU serta proses replantingnya. Karena sampai saat ini tidak ada kejelasan. Sementara sawit yang ditanam sudah mulai tumbuh besar,” ungkap Musfar.

Ditambahkannya, Musfar meminta DPRD Mukomuko lebih progresif dalam menyikapi masalah itu. Terlebih, izin HGU tersebut telah habis masa berlakunya per-31 Desember 2017. Namun, saat ini PT. Agro melakukan replanting. Artinya, pengurusan perpanjangan izin berpeluang lolos mulai dari tingkat daerah sampai ke tingkat pusat.

”DPRD harus lebih progresif dalam menangani masalah ini. Jangan sampai masuk angin atau ada indikasi kong kalikong. Apalagi, masyarakat bergejolak dan menolak untuk perpanjangan HGU. Replanting yang sudah dilakukan, tentu ada izin serta rekomendasi yang dikeluarkan daerah. Kita berharap jangan sampai menimbulkan masalah baru,” pungkas Musfar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *