Rumah Tidak Layak Huni di Dusun Tertua Ini, Mengharap Sentuhan Pemerintah

0
549

Kamis, 20 September 2018
PEWARTA : JHON

KAUR – Sungguh memprihatinkan, di Desa Muara Dua, yang disebut merupakan dusun tertua di Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, Propinsi Bengkulu ini, masih banyak ditemukan bangunan rumah yang tergolong tidak layak huni. Bahkan menurut warga terkesan belum tersentuh perhatian dari program pemerintah saat ini.

Disebutkan oleh salah seorang warga masarakat desa setempat, Dai (55), dengan kondisi seperti saat ini, tentu sangat membutuhkan sentuhan perhatian pihak pemerintah daerah, bahkan juga pemerintah pusat. Supaya tidak terlalu jauh dibandingkan dengan desa lainnya di daerah itu.

“Tentunya kami juga berharap adanya bantuan pemerintah berupa program bedah rumah, atau yang disebut dengan  Bantuan Simulasi Perumahan Swadaya (BSPS), bisa diterapkan di desa kami,” harap Dai, ketika dibincangi awak kontrastoday.com di desanya, Rabu kemarin.

Jujur saja, kata Dai, ia dan warga desa merasa ada kesenjangan dalam penerapan bantuan bedah rumah tersebut. Sebab, kata dia, di Kecamatan lain yakni Maje, sudah dua priode memperoleh bantuan, sedang di desanya belum ada samasekali.

“Untuk itu saya selaku warga Nasal berharap kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait, agar dapat memperhatikan desa kami Muara Dua ini, sebagaimana diberikan kepada desa lainnya,” imbuh Dai.

Pantauan awak media ini, memang hampir 40 persen rumah warga di desa tersebut berdinding papan dan dan bilah bambu. Rata-rata masih berupa rumah panggung yang kondisinya sudah banyak lapuk termakan usia.

Sementara itu, Kepala Desa Muara Dua, Suhari membenarkan tentang kondisi rumah penduduk di desanya. Ia pun berharap agar program BSPS bisa masuk, guna membantu perbaikan rumah warganya.

“Jumlah rumah yang tergolong tidak layak huni di desa ini ada sekitar 40 buah rumah,” kata Kades.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here