HeadlineKepahiang

Sikapi Pengaduan, Dewan Kepahiang Panggil Panitia Tes CPNS

265
×

Sikapi Pengaduan, Dewan Kepahiang Panggil Panitia Tes CPNS

Sebarkan artikel ini

Senin, 29 Oktober 2018
Kontributor : M Fauzi

KEPAHIANG – Menyikapi pengaduan para pelamar tes CPNS 2018 yang merasa dirugikan, lantaran berkas lamaran sejumlah 431 pelamar dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Sementara para pelamar merasa sudah melengkapi persyaratan tersebut. Untuk itu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepahiang melalui komisi yang membidangi pada Senin (29/10) mengundang panitia penerimaan CPNS di lingkungan pemkab Kepahiang untuk mendapatkan penjelasan.

Pertemuan dibuka langsung oleh ketua komisi I, Nurahman Putra, AMd, didampingi 3 orang anggota komisi I, antara lain, Hamdan Sanusi, Rica Denis S.Si. MSi, dan Hj Ice Rakizah M. Sedangkan dari pihak panitia penyelenggara tes CPNS Kepahiang, hanya dihadiri oleh Sekretaris BKDPSDM, Kushadi Cahyadi SIp, MM.

” Sengaja kita mengundang panitia seleski penerimaan CPNS untuk meminta penjelasaan terkait adanya keluhan 7 calon pelamar yang dinyatakan TMS pada seleksi administrasi. Berdasarkan penjelasan dari tujuh pelamar, mereka telah melengkapi persyaratan,” ucap Nurahman, Senin.

Lantas, Anggota Komisi I, Rica Dennis mempertanyakan, apa sebabnya pelamar asal Kepahiang yang merupakan putra asli daerah, tidak diberi kesempatan, sehingga dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh panitia.

“Saya menilai, ini sangat tidak adil, putra daerah yang mau ikut tes CPNS malah tidak diberi kesempatan, karena dinyatakan TMS. Mereka itu sudah mempersiapkan diri, bahkan berkas mereka susun sesuai persyaratan, jelas mereka sangat kecewa,” kata Rica.

Rica Dennis juga menyoroti adanya aturan pengiriman berkas melalui PT Pos. Kedepan ia berharap ini menjadi pembelajaran bagi panitia. Kata dia, banyak daerah lain menerapkan aturan para pelamar wajib mengantar berkas secara langsung tanpa diwakilkan.

“Cara ini lebih efektif minimal dapat mengurangi jumlah pelamar dari luar daerah,” ungkap Rica Dennis.

Dijelaskan oleh Sekretaris BKDPSDM, Kushadi Cahyadi Sip MM, jika verifikasi dilakukan secara bertahap, mulai dari verifikasi online dan juga fisik. Seluruh tim verifikator memeriksa berkas yang di upload oleh pelamar secara seksama, kemudian dicocokkan dengan data pengirim.

“Jika ada yang tidak sama maka point tersebut lah yang menjadi dasar, contoh pelamar mengupload ijazah asli, namun pada berkas ada foto copy ijazah tidak dilegalisir. Kemudian seperti KTP, saat diverifikasi berkasnya tidak ada foto copy KTP, ini lah salah satu point yang menyatakan pelamar tidak memenuhi syarat,” jelas Kushadi.

Ditambahkan oleh dia, bagi pelamar TMS yang meminta kembali berkasnya belum dapat dipenuhi. Namun oleh pihak panitia permintaan pelamar tersebut sudah disampaikan ke BKN.

“Bagi pelamar yang dinyatakan TMS meminta berkasnya kembali, itu belum bisa kami penuhi, tetapi kami sudah sampaikan kepada pihak BKN pusat,” demikian Kushadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *