HeadlineHukum dan KriminalMukomuko

6 Pelaku Tindak Pidana Diamankan Polres Mukomuko

388
×

6 Pelaku Tindak Pidana Diamankan Polres Mukomuko

Sebarkan artikel ini
Press release Polres Mukomuko

Rabu, 31 Oktober 2018
Pewarta : Yadhi

MUKOMUKO – Jajaran Polres Mukomuko berserta Polsek berhasil mengungkap 3 kasus perkara yang menyeret 6 orang tersangka (tsk). Ketiga kasus itu masing-masing, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) TKP di wilayah Kecamatan Lubuk Pinang, pencurian kotak amal masjid di Desa Sibak, Kecamatan Ipuh dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kecamatan Air Rami.

Untuk pelaku curanmor berhasil ditangkap masing-masing berinisial G, F dan R pada tanggal 19 Oktober 2018. Ketiga pelaku terancam kurungan 7 tahun penjara karena melanggar pasar 363 KUHP. Barang bukti yang diamankan 1 unit motor.  Bermula dari laporan pada Maret 2013 silam, pelakunya sempat berstatus DPO. Selanjutnya laporan pada Agustus 2017 dan September 2018.

Sedangkan untuk kasus pencurian kotak amal Masjid At Taqwa, berhasil diamankan 2 orang pelaku. 1 orang diantaranya masih tergolong dibawah umur. Barang bukti yang berhasil diamankan yakni kotak amal, obeng dan kain.

Sementara untuk kasus KDRT yang terjadi pada 2017 lalu menjerat pelaku berinisial K lantaran melanggar UU Nomor 22 Tahun 2004 tentang KDRT. Pelaku ditangkap di Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) berserta barang bukti berupa buku nikah dan hasil visum.

“Untuk curanmor, pelakunya sempat DPO dan berhasil kita amankan, jumlah pelaku 3 orang. Sedangkan, pencurian kotak amal mesjid yang berisi sekitar Rp 6 juta menyeret 2 pelaku. Selain itu, 1 orang dalam kasus KDRT juga berhasil kita amankan,” ungkap Kapolres Mukomuko, AKBP. Yayat Ruhiyat, S.IK didampingi Kasat Reskrim dan Kabag Ops.

Ditambahkan Kapolres, untuk mengantisipasi kasus curanmor, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada. Selain itu, masyarakat mesti mendeteksi jika ada warga asing yang masuk ke wilayahnya apalagi jika sempat tinggal atau menginap.

Modus curanmor di Lubuk Pinang tersebut, pelakunya sempat tinggal selama 1 bulan. Karena tidak menaruh curiga, tidak ada pemikiran buruk. Hingga akhirnya pelaku berhasil melakukan aksinya.

“Kami himbau masyarakat untuk selalu waspada, apalagi kalau ada orang yang tidak dikenal. Selain itu, selalu perhatikan kendaraannya. Jangan sampai kunci atau kontak tergantung di motornya,” pungkas Kapolres.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *