HeadlineKepahiang

DBD Masih Mengancam, Tebat Monok Kepahiang Jadi Endemik

503
×

DBD Masih Mengancam, Tebat Monok Kepahiang Jadi Endemik

Sebarkan artikel ini
Plt Kadis kesehatan kepahiang, Saprialis SKM (Foto:ME)

Selasa, 13 November 2018
Pewarta : ME

KEPAHIANG – Kabupaten Kepahiang disebut merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam daftar waspada Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, di daerah itu hingga saat ini masih banyak ditemukan penderita DBD positif, bahkan satu diantaranya meninggal dunia.

Plt Kepala Dinas Kesehatan, Saprialis Gani SKM, membenarkan hal itu. Menurut dia, Kepahiang memang merupakan daerah rawan DBD. Tercatat pada tahun ini telah terjadi 34 kasus.

“Penderita DBD di Kabupaten Kepahiang cukup tinggi, selama tahun ini saja ada 34 kasus, bahkan satu penderita meninggal dunia,” kata Saprialis, di sela acara peringatan HKN, Senin kemarin (12/11).

Penderita yang meninggal dunia kata Saprialis, di Desa Tebat Monok. Oleh sebab itu desa tersebut menjadi endemik DBD.

“Kasus DBD yang meninggal 1 orang di desa Tebat Monok, maka desa tersebut merupakan endemik DBD, dari 2017 hingga tahun 2018,” jelas Saprialis,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *