Bendahara Pertanyakan, Kades Gunakan Dana BUMDes Tanpa Musyawarah

0
513
Foto : Mesin perontok padi (ilustrasi)

Minggu, 20 Januari 2019
Kontributor : Rudhy

LEBONG – Hingga saat ini, keberadaan dan struktur kepengurusan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Nangai Tayau l, Kabupaten Lebong belum jelas. Bahkan, dipertanyakan oleh warga setempat atas prosedur yang dilakukan maupun pembentukannya. Sebab, dana BUMDes  anggaran 2019 diduga telah dicairkan sebesar Rp 50 juta. Kemudian dibelanjakan  untuk membeli mesin erek atau perontok padi tanpa adanya musyawarah.

“Saya tidak mengetahui seperti apa sih sistem kerjanya sehingga bisa mesin perontok padi tersebut dibeli tanpa adanya kesepakatan ataupun musyawarah. Dan struktur kepengurusan BUMDes pun belum ada di desa. Saya sendiri ditunjuk oleh kades sebagai bendahara. Namun pada saat akan membeli erek, saya serahkan dana itu kepada ketua,” kata Bendahara, Reno.

Dia berharap agar segala sesuatu yang berhubungan dengan BUMDes mesti jelas. Mulai dari anggaran, pemasukan dan pengeluaran. Dan semua keputusan mesti diambil melalui musyawarah bersama.

“Kita inginnya BUMDes ini jelas dulu keberadaan dan juga strukturnya. Jadi bisa menyusun program. Sebab selaku bendahara, saya ikut bertanggung jawab. Kita cuma minta kejelasan saja,” terangnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here