Terkait Berita Dugaan Pungli, Guru SMPN 5 Lebong Ancam Siswanya Anak Wartawan

0
700
Foto : Kepala SMPN 5 Lebong (Kaos merah) tengah memberikan keterangan kepada awak media

Rabu, 23 Januari 2019
Kontributor : Rudhy

LEBONG – Dugaan terjadinya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh pihak SMPN 5 Lebong belakangan ini, menghangat. Namun, sekalipun telah disidak oleh Komisi I DPRD Lebong, dan telah disambangi pula oleh Tim Saber Pungli setempat.  Pihak sekolah tetap bertahan dengan dalihnya bahwa pungutan yang dilakukan tersebut sudah melalui kesepakatan komite sekolah.

Bahkan, lantaran mulai merasa risih dengan adanya pemeberitaan di berbagai media massa, pihak sekolah berupaya mencari langkah pembenaran atas tindakan yang ia lakukan itu. Antara lain mengundang wali murid supaya membuat pernyataan bahwa para wali murid tidak keberatan terhadap pungutan tersebut.

Dengan munculnya pemberitaan tersebut malah menurut salah seorang guru disekolah itu karena dibocorkan oleh salah satu siswanya kepada awak media. Mengingat orang tua dari siswa dimaksud memang bekerja sebagai wartawan di salah satu perusahaan media di daerah itu, yang juga menerbitkan berita tentang adanya dugaan pungli di sekolah tersebut.

Mirisnya, karena merasa disudutkan oleh gurunya, sang siswa yang dituduh membocorkan itu meminta kepada orang tuanya supaya menghentikan berita mengenai dugaan pungli sekolah itu. Karena, sebagai salah satu siswa ia merasa tertekan lantaran kerap dipermalukan dengan ucapan yang kurang enak dari salah seorang guru di sekolahnya.

“Bapak kau tu kalau ibaratnyo nak nendang tu idak keno, dak usahlah kau ngikut-ngikut masalah iko, kelak kau jadi sasarannyo, bapak yakin pasti banyak guru-guru yang nak ketemu kek kau,” ancam sang guru tersebut kepada IC, yang diceritakan oleh IC kepada orang tuanya.

Sikap guru yang membuat dirinya malu tersebut, kata IC, tidak hanya sekali itu saja, pernah pula ia dipermalukan pada saat jam praktek olahraga di luar kelas. Saat itu sang guru berinisial YM ini kembali membuat dia malu dihadapan teman-teman sekolahnya.

“Untuk IC, iko pelajaran untuk kau, jangan diulang lagi, kalu kau idak sekolah di siko boleh ajo bapak kau cak itu, kau kan sekolah disiko, nak burukkan sekolah berarti bapak kau tu. Omongi kek bapak kau tu sudahlah dakkan bisa nyo ngerubah iko, maso orang 100 lebih kalah kek orang duo,” sesumbar YM kepada IC, yang diceritakan IC kepada orang tuanya sembari menangis.

Sementara itu, orang tua dari IC, membenarkan hal tersebut, dia mengakui bahwa anaknya menceritakan kepadanya sembari menangis, dan anaknya meminta kepadanya supaya berhenti memberitakan tentang dugaan pungli di sekolah tersebut.

“Saya heran gurunya mengaitkan pemberitaan media kepada anak yang tidak tahu apa-apa. Jika merasa keberatan dengan pemberitaan, pihak sekolahkan bisa klarifikasi dan memberikan hak jawabnya. Bukan dengan cara mempermalukan anak didik seperti ini. Akibatnya dapat mengganggu psikologis anak,” sesal orang tua IC.

Diakui olehnya, dia menulis berita tersebut merupakan tuntutan profesi sebagai jurnalis bukan karena adanya tendensi lain, apalagi bermaksud untuk menjelek-jelekan sekolah. Ditegaskan olehnya bahwa pemberitaan yang ia tulis itu adalah fakta yang terjadi. Apabila pihak sekolah merasa pungutan tersebut bukan pungli kenapa harus risih dan merembet jauh hingga mempermalukan siswa.

“Kalau memang mereka merasa benar kenapa harus malu, cukup klarifikasi saja dan tergantung pihak penegak hukum yang melakukan prosesnya, dalam hal ini Satgas Saber Pungli. Atau jika memang punya bukti dan dasar regulasi yang kuat bahwa pungutan yang dilakukan itu tidak termasuk dalam kategori pungli, silahkan sampaikan saja dengan pihak media supaya bisa dipublikasikan kembali,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here