Bengkulu TengahHeadlineHukum dan Kriminal

Kabar Duka Dari Mekkah, Ibunda Sekdis Perhubungan Benteng Tutup Usia

313
×

Kabar Duka Dari Mekkah, Ibunda Sekdis Perhubungan Benteng Tutup Usia

Sebarkan artikel ini
Jenazah Almarhumah di RS Al Noor, Makkah Al Mukaromah

Minggu, 26 Agustus 2018
KONTRIBUTOR : FERDI

BENGKULU TENGAH – Kabar duka kembali datang dari tanah suci Makkah. Seorang jamaah haji, Zainah (73) meninggal dunia di Rumah Sakit Al Noor, Makkah Al Mukaromah. Almarhumah merupakan ibunda dari Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Zainal Abidin, S.Ip. Dikabarkan meninggal pada Sabtu (25/8) diduga akibat kelelahan, dehidrasi ringan dan kekurangan oksigen.

‘’Ya, dia (Zainah, red) adalah ibu saya sendiri. Kami sekeluarga mendapatkan kabar kalau dirinya telah meninggal dunia saat menjalani rangkaian ibadah haji,’’ ujar Zainal.

Sementara itu, TPHD Provinsi Bengkulu, melalui Bidang Pelayanan Kesehatan Kloter 10 Embarkasi Padang, Kurniawan Arianto, Zainah yang tergabung bersama jamaah haji di kloter 10, meninggal dunia pada pukul 17.45 WIB, Sabtu (25/8) lalu. Almarhumah mendapatkan perawatan ekstra selama puncak ibadah haji di Arafah, Mudzalifah dan Mina.

Beliau mengalami Heat Exhaustion atau kondisi kelelahan dan dehidrasi ringan akibat cuaca panas. Kemudian tim medis berupaya memberikan infus sebanyak 4 kolf dan obat-obatan. Dan terus mendapatkan pengawasan tim kesehatan dengan diberikan nutrisi berupa susu dianeral khusus lansia.

Lalu, kesehatan dari Zainah sempat membaik selama berada dalam tenda jamaah di Mina dan kembali lagi ke hotel di Makkah setelah menyelesaikan lontar jumrah pada Jumat (24/8).

Sehari setelahnya, kondisi Zainah kembali mengalami penurunan dan mengalami demam, kesadaran menurun dan tidak nafsu makan. Tim kesehatan melakukan pemasangan infus sebanyak 2 jalur di tangan kanan dan tangan kiri, kompres di kepala dan melapor ke TGC (Tim Gerak Cepat) PPIH Kesehatan Arab Saudi.

Guna mendapatkan penanganan lebih lanjut berupa tindakan bantuan pernafasan dengan ambubag dan pengukuran saturasi 02 dengan spirometri, kemudian di rujuk Ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Al Noor Makkah Al Mukaromah dengan ambulans milik sektor 9 Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Benteng, H Sipuan, S.Ag, MM melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU), Dr. Rusman Saleh, M.Pd membenarkan hal tersebut. Pihaknya mendapatkan informasi langsung dari petugas di Makkah dan langsung mengabari pihak keluarga.

‘’Dari laporan petugas, almarhumah meninggal dunia di UGD rumah sakit tersebut dengan diagnosa hipoksia dan syok sepsis atau kondisi kekurangan oksigen berat dan syok akibat demam,’’ ujar Rusman.

Rusman menyampaikan, berdasarkan informasi di Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes), almarhumah masuk dalam kategori resiko tinggi usia lanjut. Namun tidak mempunyai riwayat penyakit berat sejak di tanah air kecuali mengalami penurunan daya ingat karena faktor usia lanjut.

‘’Tidak ada penyakit berat yang dialami oleh almarhumah. Sesuai dengan aturan, beliau dimakamkan disana tanah suci,’’ tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *