HeadlineHukum dan KriminalKepahiang

Disertai Ancaman, Pria Bejat Ini Berkali-kali Gauli Anak Kandungnya Hingga Hamil

192
×

Disertai Ancaman, Pria Bejat Ini Berkali-kali Gauli Anak Kandungnya Hingga Hamil

Sebarkan artikel ini
Foto : Pelaku AD (Ayah yang menggauli anak kandungnya sendiri)

Rabu, 3 Oktober 2018
KONTRIBUTOR : M FAUZI

KEPAHIANG – Betapa malang nasib bunga (nama disamarkan-red) yang masih berusia 14 tahun dan berstatus pelajar di Kabupaten Kepahiang, Propinsi Bengkulu. Disaat usia dirinya menanjak remaja harus mengalami nasib yang sangat taragis. Ia menjadi korban kebiadaban nafsu orang tua kandungnya sendiri sehingga hamil dan mengalami trauma yang mendalam.

Perbuatan biadab ayahnya yang berusia 50 tahun berinisial AD itu, bukan hanya sekali. Korban yang masih dibawah umur ini terpaksa melayani dan pasrah karena diancam akan dibunuh apabila menolak. Hingga pada akhirnya terkuak setelah dipergoki oleh ibunya sendiri atau istri pelaku saat hendak melakukan perbuatan kesekian kalinya pada Senin (1/10).

Betapa terkejutnya sang ibu, ketika memergoki suaminya tengah beraksi menggagahi anak kandung sendiri, di dalam rumahnya di Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten kepahiang. Sang ibu langsung berteriak sehingga memanncing datangnya para tetangga yang mendengar teriakan itu. Tak pelak, pelaku pun mendapat hajaran masa sehingga babak belur.

Setelah dihajar, pelaku dibawa sekaligus dilaporkan oleh warga ke aparat kepolisian, dalam hal ini Polsek Bermani Ilir, Polres Kepahiang. Kemudian pelaku diserahkan ke Polres Kepahiang. Setelah melalui proses pemeriksaan, pelaku secara resmi ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Kapolres Kepahiang, AKBP. Pahala Simanjuntak, SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP. Yusiady, SIK membenarkan, pelaku sebelumnya diamankan di Mapolsek Bermani Ilir, baru kemudian diserahkan ke Polres Kepahiang.

“Pelaku sudah resmi kita tetapkan sebagai tersangka, saat ini ditahan di sel tahanan Mapolres Kepahiang,” kata Kasat.

Menurut keterangan yang diperoleh pihaknya, Kasat menuturkan, pertama kali pelaku menggauli anak kandungnya sendiri itu pada bulan juni, 2017 lalu. Ketika itu istrinya sedang tidak berada di rumah. Pelaku memaksa menggauli korban, disertai dengan ancaman akan dibunuh.

“Jika menolak korban diancam dibunuh, makanya secara terpaksa dan takut, korban pasrah menerima perbuatan bejat ayahnya,” kata Kasat menambahkan.

Setelah melampiaskan hajat iblisnya, pelaku kembali mengancam agar kejadian itu tidak diceritakan kepada siapapun, atau pelaku akan membunuh korban dan menceraikan ibunya.

Perbuatan itu terakhir dilakukan pada Kamis (20/9/2018) di rumah kontrakan yang ditempati korban, di Kelurahan Dusun Kepahiang. Akibat perbuatan ayahnya itu, korban hamil dan usia kehamilannya  diperkirakan 26 minggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *